Kebijakan Nasional

Kebijakan Menaikkan Cukai Rokok Rugikan Petani

Tanaman Tembakau

Pamekasan – Petani tembakau akan menjadi korban dari kebijakan pemerintah menaikkan harga cukai tembakau. Hal ini terjadi karena kenaikan cukai tidak diimbangi dengan harga jual rokok di pasaran.

Demikian disampaikan oleh Suli Faris, Anggota DPRD Pemekasan pada Senin (25/7). Suli menyatakan bahwa yang terjadi selama ini adalah harga jual tembakau dibawah harga yang tertera pada bungkus rokok.

“Kebijakan pemerintah menaikkan cukai rokok cendrung merugikan petani, sebab dengan naiknya cukai, pihak pabrikan akan terus berupaya untuk menekan bahan baku rokok dari para petani,” ujarnya.

Suli memamaparkan bahwa persoalan ini sedang dibahas oleh pemerintah di empat kabupaten di Madura seperti Sumenep, Sampang dan Bangkalan dengan pihak pabrikan untuk meminta pemerintah pusat agar tidak selalu menaikkan cukai rokok.

“Semakin harga cukai rokok dinaikkan maka pabrikan mesti akan menekan harga bahan baku rokok baik tembakau atau cengkeh. Perusahaan tidak akan mau merugi,” lanjutnya.

Lebih lanjut Suli menambahkan, Rendahnya harga jual tembakau petani di Madura oleh pihak pabrikan akhir-akhir ini merupakan indikasi kebijakan kurang berpihak tentang kenaikan cukai yang ditetapkan pemerintah.
Faktanya, kualitas tembakau Madura sangat bagus dibanding tembakau ada di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Kebijakan ini sangat tidak berpihak pada petani atau rakyat kecil. Kendati kenaikan cukai rokok diperuntukkan bagi pabrikan, namun korban sebenarnya adalah masyarakat,” tambahnya. (IH)