Berita Nasional Kebijakan Daerah

Kapolda Aceh: Polisi Terlibat Narkoba Terpaksa Dibinasakan

Polda Aceh

Bireuen – Sebelas orang dari 200 lebih anggota kepolisian di Aceh yang terlibat narkoba terpaksa dibinasakan, sementara yang lainnya kini telah  dilakukan rehabilitasi.

Demikian antara lain dikatakan Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Herman Effendi, saat bersilaturrahmi dengan Muspida, ulama dan tokoh masyarakat Bireuen di Pendopo setempat, Kamis (17/1).

“Saat ini ada 200 lebih anggota kepolisian di Aceh terlibat narkoba, sebelas diantaranya terpaksa dibinasakan, karena tak mampu lagi dibina kearah yang lebih baik”, katanya.

Menurut The Global Journal Kapolda juga meminta kepada jajaran Polres Bireuen untuk tetap hati-hati terhadap anggotanya dan mengharapkan agar selalu mengawasi anggotanya.

Dalam pengawasan ini, tentu tidak hanya dari pihak Polres, tapi BNK juga harus terlibat dalam pengawasan termasuk dari masyarakat. Selain berkunjung ke Bireuen, orang nomor satu di jajaran Polda Aceh itu juga akan ke Bener Meriah.

Dalam acara silaturahmi dengan Muspida dan tokoh masyarakat Bireuen, Irjen Pol Drs Herman Effendi meminta agar tetap saling menjaga perdamaian guna mewujudkan pembanguan di daerah.

“Jajaran kepolisian Polda Aceh siap mem-back up kegiatan pembangunan di daerah-daerah, termasuk di Kabupaten Bireuen kedepan, sehingga daerah ini akan tetap berkembang”, katanya seraya mengatakan, bila suatu daerah tidak aman, maka daerah itu tak akan pernah maju.

Disamping itu, Kapolda Aceh meminta agar mewaspadai riak-riak perbedaan yang akan timbul dalam tahun ini, karena akan menghadapi tahun 2014, pemilihan legislatif.

Sebelum bertolak ke Bener Meriah, rombongan Kapolda Aceh disambut oleh Bupati Bireuen, H Ruslan M Daud dan Wakil bupati,  Muhktar Abda. Acara sambutan ini di rangkai dengan kegiatan tepung tawar (peusijuk) yang dilakukan oleh ulama Karismatik Bireuen Abu Tumin Blang Bladeh.(TGJ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *