Berita Nasional Kegiatan

Kalapas Kedungpane: Blok Narkoba Pengguna dan Pengedar Idealnya Dipisahkan

Kalapas LP Klas I Semarang

Semarang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane Semarang saat ini jumlah penghuninya sudah melebihi kapasitas. Menurut Drs. Ibnu Chuldun BcIP SH MSi, Kepala Lapas Kedungpane, jumlah warga binaan sampai dengan Juni 2012 sebanyak 1084 orang dari kapasitas Lapas yang digunakan untuk menampung 530 orang.

“Hampir setengahnya merupakan warga binaan dan tahanan titipan kasus narkotika,” ujarnya kepada NapzaIndonesia.com usai peringatan Hari Anti Narkoba Internasional di IKIP PGRI Semarang, Rabu (21/6).


Kepala Lapas menjelaskan bahwa saat ini Lapas Kedungpane memiliki fungsi ganda yaitu sebagai Lapas Kriminal, Lapas Tipikor, Lapas Narkotika dan Rumah Tahanan (Rutan). Menangapi masalah peredaran narkotika di dalam Lapas, Ibnu yang baru sebulan dilantik menjadi Kepala di Lapas Kedungpane mengakui bahwa baru beberapa hari lalu terungkap kasus pil koplo yang melibatkan warga binaan.

Dalam menangani masalah peredaran di dalam Lapas, ia menjelaskan bahwa pihak Lapas berupaya secara maksimal antara lain bekerjasama dengan pihak Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah baik dalam hal penanganan kasus maupun pembekalan bagi petugas Lapas.

“Permasalahannya hingga kini tidak ada pembedaan status baik itu pengguna atau pengedar, di dalam Lapas. Di blok narkotika Lapas Kedungpane masih bercampur antara tahanan kasus narkotika, pengguna juga pengedar dan bandar,” ungkapnya.

Menurut Ibnu, tahanan kasus narkotika adalah mereka yang masih menjalani persidangan dan ini menjadi salah satu modus operandi penyelundupan narkoba ke dalam Lapas.

“Idealnya, dalam Lapas, blok narkotika ini terpisah. Begitu pula dengan tempat bagi pengguna, pengedar, bandar, tahanan, tidak boleh dijadikan satu,” imbuhnya.

Mengenai kebijakan Lapas jika terbukti ada pegawainya yang terlibat peredaran narkoba, menurut Ibnu akan diberhentikan sementara untuk diperiksa dan jika terbukti bersalah akan diproses hukum. Tanggapan mengenai fakta bahwa ada petugas Lapas yang juga menjadi pengguna narkoba, ia mengatakan bahwa akan mengikuti prosedur yang berlaku.

“Jika terbukti menggunakan narkoba dan tertangkap tangan memiliki narkoba, akan diproses secara hukum. Dalam hal ini kami bekerjasama dengan kepolisian,” tutupnya.