Berita Nasional

Jika Terbukti Terlibat Peredaran Narkoba, Petugas Lapas Akan Dipecat

Rumah Tahanan

Madiun – Sejumlah 52 petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di seluruh Indonesia yang melakukan pelanggaran dan diduga terlibat peredaran nakoba terancam dipecat. Beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh ke-52 petugas ini antara lain memasukkan dan memberikan telepon genggam kepada warga binaan atau narapidana.

Hal ini disampaikan Sihabuddin dari Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Lapas Kelas 1 Madiun, Jawa Timur, Sabtu (7/7).

“Saat ini ke-52 petugas tersebut masih menjalani pemeriksaan atas dugaan pelanggaran yang mereka lakukan. Dan jika terbukti bersalah mereka akan dijatuhi hukuman bahkan bisa dipecat,” ujarnya seperti diberitakan Antara.

sihabudin mengatakan bahwa beberapa diantaranya terlibat pelanggaran berat seperti menjadi kurir narkoba. Menurutnya, sanksi akan dikenakan sesuai jenis pelanggarannya.

Mengenai sidak yang dilakukan di Lapas Madiun, Sihabuddin menjelaskan bahwa ini terkait dengan adanya laporan tentang keterlibatan narapidana tentang peredaran narkoba dari dalam Lapas setempat. Selain memeriksa sel dan blok narkoba, Sihabuddin juga berkoordinasi dengan petugas Lapas.

“Saya datang kemari untuk melakukan koordinasi dengan petugas Lapas Madiun. Tujuannya agar hal tersebut dapat dicegah dan tidak terulang lagi,” ungkapnya.

Dari Januari hingga Mei 2012, setidaknya terjadi lima kali upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lapas Madiun. Kokok Haryoko, Kepala Pengamanan Lapas Madiun mengakui bahwa penyelundupan dan peredaran narkoba rawan terjadi di dalam Lapas. Pihaknya akan terus mewaspadai hak ini dan rutin melaksanakan prosedur pemeriksaan pada setiap tamu pengunjung serta razia secara berkala di blok-blok narapidana. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *