Advokasi Hukum

Jika Terbukti Korban, Diversi Pengguna Napza Bisa Diberlakukan

Semarang – Tahap pendahuluan diskusi tentang penerapan diversi bagi pengguna napza khususnya di kota Semarang mulai dirumuskan pada Selasa (31/6) siang, di ruang pertemuan Simpanglima Residence Semarang.

“Diversi ini perlu dilakukan pada pengguna napza untuk menyikapi dampak buruk dari pemenjaraan, baik dari segi kesehatan maupun dampak sosial selepas mereka keluar dari penjara,” ujar Titik Rahayu, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Semarang pada Napzaindonesia.com di lokasi diskusi.

Dalam diskusi yang juga melibatkan kelompok advokasi kebijakan napza PERFORMA dan Lembaga Pelopor Perubahan selaku LSM pendamping pengguna napza di Semarang, hadir pula AKP Herwana Hasyim selaku Kaur Bin Ops Satuan Narkoba Polrestabes Semarang yaitu.

“Untuk kasus penangkapan dengan barang bukti, kami tidak bisa memutuskan  diberlakukannya diversi karena harus tetap melalui proses peradilan. Hakim nanti yang memutuskan apakah akan dipenjarakan atau direhabilitasi,” papar Herwana.

Herwana menambahkan, peluang diversi ini sangat dimungkinkan bagi kasus penangkapan pengguna napza yang tidak memiliki barang bukti pada saat ditangkap aparat kepolisian.

“Diversi bisa diterapkan pada pengguna napza dengan hasil tes urine positif, tidak menyimpan barang bukti dan dalam penyidikan selama tiga kali 24 jam dia tidak terbukti sebagai anggota sindikat narkotika,” ujar Herwana.

Dalam proses diversi ini masih akan didiskusikan lebih lanjut mengenai institusi rujukan setelah tersangka dinyatakan sebagai pengguna napza dalam posisi korban oleh tim ahli yang terdiri dari dokter ahli adiksi, psikolog dan hasil penyidikan polisi. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *