Advokasi

Jika Pemerintah Tidak Perpanjang Lisensi, Maka ARV Melambung Tinggi

arv sbySurabaya – Tidak hanya di Jakarta, aksi menuntut agar pemerintah Indonesia segera memperpanjang lisensi obat anti-retroviral (ARV) generik juga terjadi di kota lain di Indonesia. Di Surabaya misalnya, puluhan aktifis HIV/AIDS juga menggelar aksi serupa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (16/5).

“Jika lisensi tidak diperpanjang maka harga ARV generik produksi pabrikan dalam negeri akan sangat mahal di pasaran.” ujar Aris Setyawan, koordinator aksi, kepada NapzaIndonesia.com

Menurut Aris Setyawan, jika pemerintah tidak segera memperpanjang lesensi produksi ARV tersebut, maka harga obat paten ARV generik dapat lebih mahal 1000 persen dari obat generik .

Jika pemerintah Indonesia tidak memperpanjang lisensi wajib ini maka Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) akan dipaksa membeli ARV dengan biaya mencapai Rp 1,2 juta per bulan. Sedangkan selama ini ODHA di Indonesia mendapatkan ARV secara gratis karena disubsidi APBN dan Global Fund.

Dalam aksinya ini para aktifis juga mengeluarkan lima tuntutan antara lain: pertama, Departemen Kesehatan (Depkes) harus memberikan kemudahan akses informasi terkait proses perpanjangan lisensi wajib anti-retroviral Lini 1. Kedua, lisensi wajib ARV Lini 1 harus dikeluarkan melalui Keppres sebelum masa lisensi habis.

Ketiga mendorong dikeluarkannya lisensi wajib terhadap ketersediaan obat ARV Lini 2 bagi ODHA, keempat, pemerintah harus menolak perdagangan bebas antara India dan Uni Eropa mengingat sebagian besar ARV yang beredar di Indonesia banyak diimpor dari India, dan kelima, peran serta masyarakat aktif dibutuhkan untuk monitoring sistem layanan kesehatan yang disediakan pemerintah.(Gen)