Berita Lembaga

Jarum Suntik dan Kartu Identitas Jadi Bahan Evaluasi Program Dinkes

SemarangDinas Kesehatan Kota Semarang melakukan evaluasi program pengurangan dampak buruk penggunaan napza suntik atau Harm Reduction di kota Semarang. Kegiatan evaluasi yang berlangsung pada Senin (28/3) ini dilaksanakan di kantor LSM Lembaga Pelopor Perubahan dan dihadiri oleh pihak-pihak terkait layanan Harm Reduction.

Kepala Puskesmas Srondol dan Pegandan selaku penyedia layanan Harm Reduction hadir beserta staf Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Semarang, staf Dinas Kesehatan Kota Semarang dan juga staf pusat program yang secara langsung berhubungan dengan kegiatan Harm Reduction. Seluruh petugas penjangkau komunitas pengguna napza suntik juga mengikuti evaluasi ini.

Terkait dengan pembuatan kartu identitas bagi pengguna napza suntik yang mengakses layanan Harm Reduction menjadi bahasan utama selain target dan capaian program.

“Kartu identitas pasien klinik ini menjadi bahan penjangkauan bagi petugas penjangkau saat ini. Walaupun masih banyak pengguna napza suntik yang belum mempercayai kegunaan kartu ini, namun petugas penjangkau dilapangan akan tetap mensosialisasikan kegunaan dari kartu ini bagi pengguna napza,” ujar M. Hasnul Fauzi, Program Manajer Lembaga Pelopor Perubahan pada NapzaIndonesia.com.

Hal lain yang masih menjadi hambatan dalam pelaksanaan program Harm Reduction di kota Semarang adalah merek jarum suntik yang disediakan secara gratis oleh Dinas Kesehatan. Jarum suntik yang disediakan saat ini kurang diminati oleh pengguna napza suntik.

“Untuk kedepannya, diharapkan kebutuhan jarum bisa dirancang dengan berdiskusi bersama, supaya kita tahu jenis jarum suntik apa yang dibutuhkan oleh pengguna napza suntik,” imbuh Fauzi pada akhir kegiatan evaluasi. (Akh/IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *