Berita Lembaga Berita Nasional Kebijakan Daerah Kegiatan

Jaksa: Tidak Sedikit Surat Keterangan Dokter Disalahgunakan Dalam Kasus Narkotika

Semarang– Tidak sedikit tersangka kasus narkotika di Semarang, Jawa Tengah yang menyalahgunakan surat keterangan dokter, untuk menyatakan dirinya sebagai pecandu narkoba.

Demikian disampaikan Jaksa Dekry Wahyudi, dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang, Selasa (18/9).Menurut Dekry, baik pihak kejaksaan negeri maupun pengadilan negeri kerap mendapatkan surat keterangan pecandu narkoba dari dokter berinisial E, yang tidak termasuk dalam tim dokter Institusi Pelaksana Wajib Lapor (IPWL) di Kota Semarang.

“Dalam menangangi kasus kasus narkoba, kami kerap menerima surat keterangan pecandu narkoba yang ukurannya sebesar resep obat, dan ditanda tangani dokter berinisial E” ungkap Dekry, dalam diskusi Pertemuan Penegak Hukum dan Institusi Medis untuk Penanggulangan Pecandu NAPZA di Kota Semarang, Selasa (18/9).

Menurut Dekry, surat keterangan pecandu ini kerap dikeluarkan oleh dokter berinisial “E” tersebut, sementara di Semarang telah terbentuk Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Pecandu NAPZA sejak satu tahun lalu.

“Sebelumnya kami (kejaksaan) dan hakim percaya saja, tapi kemudian kami menjadi ragu, kenapa hanya dokter berinisial E tersebut yang selalu mengeluarkan surat, sementara dalam aturan yang berlaku sudah jelas jika surat keterangan pecandu tersebut dikeluarkan oleh Tim Dokter dan bukan perseorangan,” papar Dekry Wahyudi.

Pertemuan Penegak Hukum dan Institusi Medis untuk Penanggulangan Pecandu NAPZA di Kota Semarang, ini dihadiri perwakilan dari Dinkes Kota Semarang, Dinsos Kota Semarang, Dokkes Polrestabes Semarang, RSUP Karyadi, KPA Kota Semarang, BNNP Jateng dan Kejaksaan Negeri Semarang.(Gen)