Advokasi Berita Lembaga Peristiwa

IPWL Kota Semarang Belum Siap Menerima Pecandu Non Heroin

aktifitas anggota PERFORMA

Semarang – Sejak ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2011 Tentang Wajib Lapor Bagi Pecandu Narkotika 18 April 2011 lalu, telah ditunjuk pula Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang sedianya menjadi tempat wajib lapor pecandu narkotika di Indonesia.

Di wilayah kota Semarang dan sekitarnya, tiga institusi telah ditunjuk sebagai IPWL yaitu Rumah Sakit Dokter Kariadi, Rumah Sakit Jiwa Amino Gondohutomo dan Puskesmas Poncol.

Dalam pelaksanaannya, masih ditemukan beberapa ketidaksiapan dari IPWL yang telah ditunjuk. Demikian yang disampaikan oleh Arifiyanto Abdul Fani, koordinator lapangan LSM Lembaga Pelopor Perubahan yang selama ini melakukan pendampingan pada pengguna NAPZA di Kota Semarang dan sekitarnya.

“Peraturan pemerintah tentang wajib lapor bagi pecandu narkotika ini diberlakukan bagi semua pecandu semua jenis narkotika, bukan hanya bagi pecandu heroin saja. Namun dari kasus yang kami temui, yang diterima untuk mengikuti program rehabilitasi masih sebatas pecandu heroin saja,” ungkapnya saat berdiskusi dengan sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Semarang, Rabu (14/12).

Ketidaksiapan ini dibuktikan dengan adanya surat keterangan yang diberikan oleh Puskesmas Poncol, salah satu IPWL di Semarang, yang menerangkan bahwa pelayanan rehabilitasi yang ada di institusinya hanya diperuntukkan bagi pengguna narkotika jenis heroin.

Ketika perwakilan dari LSM Lembaga Pelopor Perubahan menemui drg Rajendra Mada Sanjaya selaku Kepala Puskesmas Poncol untuk meminta surat keterangan bersedia menjadi institusi penerima rehabilitasi bagi, ia menerangkan bahwa di Puskesmas Poncol menyediakan layanan pengurangan dampak buruk penggunaan NAPZA atau Harm Reduction, dengan jenis layanan konseling adiksi dan terapi rumatan metadon.

Menanggapi perbedaan pemahaman tentang IPWL ini, Titik Rahayu selaku Sekretaris KPA Kota Semarang berjanji akan mempertemukan pihak-pihak terkait yaitu komunitas pengguna NAPZA dan IPWL untuk menyamakan persepsi. (IH)

One thought on “IPWL Kota Semarang Belum Siap Menerima Pecandu Non Heroin”

  1. pemerintah hanya basa-basa, kura kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu, minta pecandu melapor tapi hanya pecandu heroin saja yang boleh mendapatkan pelayanan, bagaimana dengan pecandu ganja, ekstasi, dan shabu? Kalau ga siap melaksanakan kebijakan mending KPA dan Dinkes menolak berlakunya PP Wajib lapor…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *