Berita Lembaga Berita Nasional

Intregasi Layanan HR Pada Layanan Pemulihan Adiksi Berbasis Masyarakat

Pernas AIDS IV 2011

Yogjakarta – Layanan rehabilitasi ketergantungan narkotika di Indonesia dirasa masih belum mampu menjawab tantangan memutus mata rantai penyebaran HIV di kalangan pengguna narkotika suntik (penasun).

Hal ini disebabkan oleh rendahnya animo masyarakat pada umumnya dan pengguna napza pada khususnya.

“Beberapa lembaga swadaya masyarakat, sudah mengembangkan program dengan cara mengajak warga dampingannya untuk berlatih menambah keterampilan mereka secara bersama, dengan tujuan agar para pengguna narkotika ini tidak kembali menggunakan narkotika,” papar Mashadi, staff KPAN di Borobudur, Hotel Inna Yogjakarta, Rabu (5/10).

Adapun jenis pelatihan keterampilan ini antara lain, komputer, bertani, usaha bengkel dan juga masih banyak ketrampilan lain yang diajarkan.

Menurut Mashadi, dengan memiliki keterampilan yang memadai maka para pengguna napza akan mampu menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya. Selain itu, kesibukan kerja ini akan berdampak pada keengganan untuk menggunakan kembali narkotika secara ilegal.

“Keunggulannya adalah klien memiliki tingkat kepatuhan mengkonsumsi obat  dan retensi yang lebih terhadap rehabilitasi yang melibatkan peran serta masyarakat dan klien didalam program rehabilitasi.(Got/Gen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *