Riset

Inggris 2010: 23 Juta Resep Antidepresan Dikeluarkan Dokter

Antidepresan

London – Jutaan orang meminta resep obat antidepresan dan rujukan terapi depresi melalui dokter pribadi, seiring menurunnya stigma pada kasus depresi.

Penggunaan obat resep dokter di Inggris meningkat pada 2010, 41 juta resep dikeluarkan. Dari jumlah diatas, 23 juta resep diantaranya adalah permintaan resep Prozac dan Seroxat, jenis-jenis obat antidepresan. Tercatat kenaikan sebesar 43% dalam 4 tahun terakhir, seiring diberlakukannya Peraturan Keterbukaan Informasi.

Para dokter memperkirakan kebutuhan antidepresan akan menurun setelah NHS Guidelines sebuah panduan nasional tentang kegunaan obat-obatan merekomendasikan terapi konseling, sebagai alternatif pengganti obat antidepresan.

Rujukan terapi konseling juga meningkat hampir 4 kali lipat pada 2010, sampai mendekati 600 ribu rujukan.

Beberapa penelitian menunjukkan, terapi psikologis dapat bermanfaat seefektif obat-obatan dalam mengatasi masalah kesehatan mental, dan seringkali justru lebih berhasil dalam penanganan jangka panjang.

Tetapi, banyak dokter di Inggris mengakui mereka meresepkan antidepresan untuk para pasien karena pasien tak memiliki akses ke solusi psikologis dan para dokter tak ingin mengambil risiko membiarkan pasien pulang tanpa obat.

Data dari NHS Prescription Services menunjukkan bahwa jumlah resep obat jenis serotonin reuptake inhibitors (SSRI), jenis paling umum dari antidepresan, meningkat 43% sejak 2006 mendekati 23 juta resep per tahun.

Hanya tercatat 153.492 rujukan terapi konseling sepanjang 2009-2010 dibanding dengan 600.000 rujukan pada 2010/2011.

Para ahli meyakini, saat ini stigma yang dilekatkan pada penderita depresi telah berkurang, hal ini berpengaruh pada peningkatan orang yang mencari pengobatan.

Marjorie Wallace, Pimpinan Eksekutif¬† lembaga kesehatan mental Sane mengatakan, lebih banyak penderita depresi mencari pertolongan, dan para dokter keluarga merespon dengan baik. Marjorie menambahkan, ” Peningkatan besar pemberian resep antidepresan tidak mencerminkan individu baru penderita depresi, tapi merupakan pasien lama dan faktor-faktor lain yang berpengaruh.”

“Kami percaya, ada peningkatan jumlah penderita depresi yang mencari pertolongan, dan pada saat yang sama terjadi peningkatan dokter yang teridentifikasi mengobati kondisi depresi tersebut.”

“Sayangnya, sampai terapi psikologis lebih banyak tersedia, dokter hanya bisa meresepkan antidepresan, atau berisiko membiarkan pasien pulang dengan tangan kosong tanpa obat.”

Diluar kebijakan pemerintah Inggris yang menyediakan anggaran untuk terapi psikologis, pasien masih harus menunggu selam 18 bulan sebelum dapat mengakses terapi depresi.

“Risiko terburuk adalah depresi yang tak tertangani, yang akan berakibat hilangnya pekerjaan, kegagalan hubungan personal, bahkan hilangnya nyawa.”

Erner O’Neill, Pimpinan Eksekutif¬† Depression Alliance UK, mengatakan kenaikan pemberian resep dokter untuk depresi dapat berarti stigma pada depresi telah terangkat.

Ia menambahkan, “Saat ini dokter telah mampu melakukan diagnosa dengan lebih baik, tersedia akses yang lebih baik pada perawatan depresi, tapi jumlah penderita depresi meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.”

“Krisis finansial yang terjadi pada masyarakat tidak pernah seburuk sekarang. Mereka khawatir tentang jumlah tagihan yang harus dibayar, serta bagaimana cara membeli makanan untuk esok hari”, ungkap Erner.

Menteri Urusan Jaminan Kesehatan Inggris, Paul Burstow menyatakan, “Kami mendesakkan peningkatan anggaran untuk terapi konseling sejumlah 400 juta poundsterling atau sekitar 5.6 milyar rupiah untuk 4 tahun ke depan.” (dm/YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *