Berita Internasional Kebijakan Mancanegara Riset

Industri Ganja Medis Nyaris Tenggelamkan Rekor Penjualan Viagra

Washington – Pertumbuhan industri ganja medis saat ini kian menjadi ancaman bagi penjualan Viagra. Analisa terkini tentang persaingan industri ini dilaporkan pada Rabu (23/3).

Penelitian berfokus pada transaksi, tanpa memperhatikan faktor-faktor lain yang terkait industri, seperti perusahaan asuransi, firma hukum, perusahaan publik atau pembuatan peralatan hidroponik.

Penjualan ganja medis akan mencapai total nilai 1.7 milyar dolar atau sekitar atau sekitar 14.8 trilyun rupiah pada 2011, lebih kecil 200 juta dolar atau sekitar 1.7 trilyun rupiah dibanding penjualan Viagra, demikian pernyataan Ted Rose penulis penelitian transaksi ganja medis pada sebuah konferensi pers.

Industri ganja medis makin menggelembung sejak pemerintahan Obama mendeklarasikan bahwa aparat tidak akan merazia apotik ganja selama mereka mematuhi aturan negara bagian.

Signifikansi industri ganja medis terbukti dari hadirnya media-media papan atas pada konferensi pers yang digelar Ted Rose, diantaranya CNN Money, Dow Jones, The Associated Press, Fox News dan Portfolio.

Laporan penelitian ganja medis tersebut dipublikasikan oleh See Change Strategy dan ditargetkan untuk para pemilik apotik ganja. Laporan tersebut dijual dengan harga sekitar 10 juta rupiah. Sedangkan ringkasan laporan bisa didapatkan di MedicalMarijuanaMarkets.com.

Penelitian dilakukan di 7 negara bagian AS diaman ganja medis dapat dibeli dan dijual untuk umum: California, Colorado, Michigan, Montana, Washington, Oregon dan New Mexico. 4 negara bagian lainnya: Arizonea, Rhode Island, New Jersey dan Maine, serta Distrik Columbia akan melegalkan apotik ganja pada tahun ini.

Ganja medis juga legal di Hawaii, Mevada, Alaska dan Vermont, tetapi di negara bagian tersebut tidak memiliki apotik yang sudah beroperasi.Nevada sudah memiliki beberapa toko ganja, tetapi kualifikasinya belum memenuhi syarat sebagai apotik ganja kategori satu.

Hampir 75% industri ganja medis berada di California, sisanya berada di Colorado, artinya masih banyak ruang tersedia untuk pertumbuhan industri ganja medis di tahun-tahun mendatang. Pasar ganja medis akan mencapai 8.9 milyar dolar atau sekitar 77.5 trilyun rupiah dalam 5 tahun mendatang, demikian penelitan Ted Rose menyebutkan. Fakta ini diharapkan dapat mengurungkan keinginan pemerintah Federal AS untuk membatalkan kebijakan-kebijakan yang memperbolehkan perdagangan ganja medis.

Saat ini, satu dari empat masyarakat AS tinggal di negara bagian dimana ganja diperjualbelikan secara terbuka. Menurut Ted Rose hanya dengan berkonsultasi ke dokter ahli kulit, 24.8 juta orang dengan kondisi kulit tertentu dapat meminta resep ganja medis. Jumlah tersebut terus menerus meningkat dan berpengaruh secara politis saat pemilihan umum tiba.(huft/YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *