Advokasi Berita Nasional Kebijakan Nasional

Inang Winarso: UU Narkotika Indonesia Harus Lebih Berdaulat

Jakarta – “Undang-undang Narkotika Indonesia harus lebih berdaulat”, demikian pernyataan Inang Winarso, Direktur Yayasan Sativa Nusantara dalam diskusi “Mengawal Proses Revisi UU Narkotika” yang digelar di sekretariat Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta pada Selasa (15/6) pagi. Diskusi yang diselenggarakan Indonesia Cerdas Napza ini merupakan respon terhadap langkah pemerintah memasukkan usulan revisi UU Narkotika 35/2009 ke dalam prioritas Program Legislasi Nasional 2016.

Paparan Inang Winarso diawali dengan bahasan mengenai Konvensi Tunggal PBB tentang Narkotika tahun 1961, kesepakatan internasional tentang pelarangan napza yang ditandatangani 192 negara dunia anggota PBB.  Inang berpendapat, tidak banyak negara di dunia yang benar-benar mempelajari isi Konvensi 1961 tersebut.

Seperti halnya dengan Indonesia sebagai salah satu negara yang ikut meratifikasi Konvensi Tunggal PBB tentang Narkotika tahun 1961, tidak didapati ada penelaahan mendalam untuk merumuskan undang-undang narkotika yang sesuai dengan UUD 1945, demikian Inang menegaskan. Tidak ada keberpihakan pada hak asasi manusia, pemborosan anggaran negara, praktik penyuapan,  meledaknya populasi penjara merupakan beberapa  fakta kegagalan yang muncul pasca 40 tahun penerapan kebijakan perang napza sejak 1976.

Inang juga mencontohkan kampanye napza Indonesia dengan jargon ‘jauhi napza’ sebagai upaya penjungkirbalikan logika. Sebagaimana produk-produk lainnya, produsen yang berupaya mencari konsumen dengan berbagai cara mendongkrak minat mencoba produk baru tersebut. Demikian juga dengan produk-produk napza, sindikat pengedar juga memiliki cara untuk ‘mendekati’ konsumen agar berminat membeli. Konsumen diminta ‘menjauhi napza’, sedangkan faktanya justru konsumen yang ‘didekati’ oleh pengedar napza.

Dua narasumber yang juga dihadirkan dalam diskusi adalah Roffi Uddirojat (Center for Indonesian Policy Studies-CIPS) dan Patri Handoyo (Indonesia Cerdas Napza). (Yvonne Sibuea)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *