Berita Berita Internasional

Ikat Anak Saat Sakaw Heroin, Seorang Ibu Divonis Setahun Penjara

Julia Saker & Tabitha Saker Foto: daily mail

Canterbury – Seorang ibu putus asa di Canterbury,Inggris divonis setahun penjara karena terbukti mengikat putrinya dalam upaya menghentikan niat gadis berusia 19 tahun itu untuk membeli heroin.

Julia Saker mencoba menghentikan Tabitha meninggalkan rumah saat mengetahui saat itu Tabitha berniat membeli heroin dari bandar langganannya.

Saker dan mantan pacar Tabitha, Christopher Francklin – yang memergoki Tabitha memanjat keluar jendela, menarik gadis itu kembali ke dalam kamar, mengikat tangannya menggunakan isolasi, serta menyumpal mulut Tabitha dengan kaus kaki.

Dua orang tersebut ditangkap pada Oktober 2010 setelah Tabitha menelepon 999 dan polisi mendengar ia menjerit karena diikat dan disekap.

Saker dipenjara selama 12 bulan kemarin dan Francklin selama 18 bulan setelah Hakim Adele Williams memutus hukuman penjara 12 bulan untuk Saker dan 18 bulan untuk Francklin karena telah ‘menahan seorang wanita muda dan menjadikannya sasaran kekerasan dan penghinaan’.

Pengadilan Canterbury mendengarkan pembelaan Saker, yang saat ini berusia 50 tahun dan tinggal di Dover, Kent, betapa ia putus asa mencari cara menyelamatkan putrinya dari ketergantungan heroin.

Ketika Pengadilan menyimak rekaman percakapan dari 999, terdengar jeritan Tabitha yang berulang kali mengatakan kepada mereka bahwa dia tidak bisa bernapas.

Rekaman itu juga mengungkapkan bahwa Francklin mengatakan bahwa ia akan ‘memukul Tabitha keras-keras bila melawan. Terdengar juga saat Tabitha memohon ibunya dan Francklin untuk’ berhenti menyakitinya.

Sebuah ikat pinggang digunakan untuk mengikat tangan Tabitha ke belakang punggung. Ikat pinggang tersebut dilingkarkan ke leher dan lengan Tabitha,  menyebabkan ia menderita memar dan cedera pada rahang.

Ketika polisi tiba di rumah tempat kejadian, mereka menemukan Tabitha sedang menangis. Polisi menangkap ibu dan mantan pacar Tabitha, atas tuduhan penyekapan ilegal.

Baik Saker maupun Francklin mengaku mengikat Tabitha. Francklin juga mengaku menggunakan kekerasan dengan melompat ke atas tubuh Tabitha dan menahannya di lantai dalam upaya menghentikan niat Tabitha membeli heroin.

Philip Hill, pengacara Saker, mengatakan kliennya telah ‘melakukan segala yang ia mampu untuk menolong Tabitha dan  mengambil tindakan tersebut berdasarkan niat baik ‘.

Nicholas Jinks, pengacara Francklin, menambahkan: “Saat ketegangan memuncak, terjadilah insiden singkat tersebut. Tetapi Francklin bersedia bertanggung jawab atas perbuatannya. “Kejadian ini tidak direncanakan dan tidak ada senjata yang digunakan, semuanya didorong oleh niat baik.”

Hakim Adele Williams menegaskan bahwa dua orang tersebut telah melakukan pelanggaran serius dengan melakukan kekerasan dan penghinaan pada korban, meskipun itu adalah bagian dari usaha mereka membantu korban meninggalkan heroin.

“Kami maklum bahwa anda, Julia Saker, telah kehabisan akal karena Tabitha terus menerus menggunakan heroin, tetapi seharusnya anda mencari bantuan profesional, bukan menyekap anak anda dengan cara seperti itu,” tambah Williams.(dm/ys)