Hukum

Ibu Rumah Tangga Jadi Terdakwa Kasus Shabu

Pengadilan Semarang

Semarang – Seorang ibu rumah tangga asal Tambradala, Semarang Utara, Selasa (3/5) menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang dalam kasus shabu.

Indah Sulistyowati, perempuan paruh baya asal Kendal, Jawa Tengah ini menjadi terdakwa setelah kedapatan berupaya menyelundupkan psikotropika, jenis shabu ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang.

Dalam persidangan yang dengan agenda pemeriksaan saksi ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Indah SH, menghadirkan dua saksi, seorang dari Satuan Narkoba Polrestabes Semarang dan seorang warga binaan Lapas Kedungpane, Semarang.

Saksi Bambang Pramudji dari satnarkoba Polrestabes Semarang menerangkan bahwa saat itu bertepatan dengan pelaksanaan Hari Raya Nyepi, dirinya sedang jaga piket dan mendapat telepon dari petugas Lapas Kedungpane bahwa telah terjadi upaya penyelundupan shabu yang dikemas dalam roti tawar yang dibawa terdakwa.

Saksi pun meluncur ke Lapas Kedungpane, dan ketika tiba di Lapas Kedungpane Semarang, saksi Bambang mendapat laporan dari petugas lapas bahwa terdakwa berupaya menyelundupkan shabu seberat 1,8gram beserta alat hisapnya (bong-red) yang disimpan di dalam roti tawar dan ditujukkan kepada Bianto, suami terdakwa yang juga merupakan warga binaan Lapas Kedungpane.

Sementara, Djati, warga binaan Lapas Kedungpane mengatakan bahwa saat itu dirinya sedang menerima kunjungan dari istri. Oleh Bianto, saksi dimintai tolong untuk menerima titipan roti tawar yang dibawa terdakwa. Namun roti tawar belum diterima saksi karena keburu ketahuan petugas lapas.

Terdakwa dijerat dengan pasal 112 dan 127 UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.(Mun/Gen)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *