Berita Internasional Kebijakan Mancanegara Tembakau & Rokok

Honduras Negara ke-29 yang Memberlakukan UU Pelarangan Rokok

Tegucigalpa – Perokok di dalam rumah dapat dilaporkan ke polisi bila anggota keluarga atau bahkan tamu mengajukan keberatan menjadi perokok pasif.

UU baru yang berlaku Senin (21/2) lalu yang melarang merokok di sebagian besar ruang publik dan ruang privat tidak sepenuhnya melarang merokok di dalam rumah, tetapi memungkinkan masyarakat mengajukan keberatan atas asap rokok yang mengganggu non perokok di dalam rumah tersebut.
Pelanggaran terhadap UU tersebut akan berbuah peringatan verbal pada kasus pertama. Pelanggaran berikut akan dikenakan sanksi penangkapan dan denda sebesar 311 USD atau sekitar 2.7 juta rupiah, jumlah ini setara dengan upah minimum bulanan di negara Amerika Tengah ini.

Tetapi para aktivis anti rokok menduga sebagian besar UU ini mungkin tidak akan berfungsi dengan baik.

“Sepertinya UU ini bertujuan memberikan pendidikan dengan memberikan kesempatan mengajukan pengaduan, sebuah langkah yang menurut saya tidak mudah untuk dilakukan,” tegas Armando Peruga, Manajer Program Tobacco-Free Initiative, salah satu program keluaran WHO.

Peruga memuji Honduras karena mengadopsi UU Anti Rokok secara luas, sambil menyebutkan bahwa Honduras adalah negara ke-29 yang memberlakukan UU Anti Rokok dari 193 anggota PBB.

Peruga mengatakan, klausul yang memperbolehkan anggota keluarga untuk menelpon polisi bila ada anggota keluarga lain yang merokok cukup membingungkan. Klausul tersebut “tidak masuk akal karena UU Anti Rokok itu sendiri tidak melarang merokok di dalam rumah.”

UU Anti Rokok Honduras melarang merokok di sekolah, pom bensin, klub malam, resto, bar, bus, taksi, stadion dan pusat-pusat kebudayaan, tetapi tidak melarang merokok di dalam rumah secara jelas.

Beberapa orang berpendapat, UU Anti Rokok hampir tidak mungkin diberlakukan di Honduras dimana 8 juta penduduknya terlibat masalah kriminal dan hanya memiliki 12 ribu polisi.

“Polisi tidak akan mungkin mengawal UU Anti Rokok, karena mereka hampir tidak mampu menangani gelombang masalah kriminal lain ,” cetus Jose Martinez, seorang ahli komputer berusia 38 tahun yang telah merokok selama 20 tahun.

Di Honduras, 30% masyarakat merokok, dan 9 dari 10 penduduk Honduras penderita bronkitis akut hidup di dalam rumah yang sama dengan perokok aktif, demikian pernyataan pejabat berwenang dari Departemen Kesehatan Honduras.

Departeman Kesehatan Honduras juga menyatakan bahwa dari setiap dolar yang dihasilkan industri tembakau di Honduras, negara mengeluarkan 10 dolar untuk mengatasi penyakit akibat merokok.(huft/prc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *