Berita Internasional Riset

HIV Pada Pemakai Napza Meningkat

London – Jumlah infeksi HIV dikalangan pengguna narkotika dengan jarum suntik tampaknya meningkat, kata sebuah penelitian.

Laporan itu, yang diterbitkan di jurnal kedokteran Inggris, The Lancet, mengatakan 3 juta pengguna narkotika suntik di seluruh dunia kemungkinan positif mengidap HIV.

Di sembilan negara, lebih dari 40% pengguna narkotika terinfeksi oleh HIV. negara-negara tersebut masing-masing Estonia: 72,1%, Argentina: 49,7%, Brasil: 48%, Kenya: 42,9%, Birma: 42,6%, Indonesia: 42,5%, Thailand: 42,5%, Ukraina: 41,8%, dan Nepal: 41,4%

Seperti yang diberitakan BBC, Para peneliti khawatir dengan kurangnya data dari Afrika dan mengatakan faktor resiko yang mendorong penyebaran HIV dengan cara ini juga terjadi di Afrika. Mereka mengatakan mengatasi masalah ini adalah hal yang “sangat mendesak”.

Para ilmuwan yang melakukan studi ini, dari Universitas New South Wales di Australia, mengkaji data luas yang sudah diterbitkan sebelumnya.

Mereka menyimpulkan bahwa jumlah pengguna narkotika dengan jarum suntik dan tingkat infeksi HIV di kalangan mereka mengalami peningkatan.

Virus ini pada umumnya disebarkan oleh pemakaian jarum suntik secara bersama-sama.

Di sejumlah negara di Asia Tenggara, Amerika Latin dan Eropa Timur tingkat infeksi HIV di kalangan pengguna jarum suntik di atas 40%. Di Estonia, angka itu lebih dari 72%.

Namun sebagian negara berhasil mempertahankan tingkat infeksi rendah, seperti Inggris Raya dengan 2,3%, Selandia Baru dan Australia dengan hanya 1,5% pengguna narkotika jarum suntik yang positif mengidap HIV.

Program Penukaran Jarum

Para peneliti mengatakan ini disebabkan oleh penerapan program penukaran jarum suntik pada tahun 1980-an.

Laporan itu mengatakan ada mandat jelas untuk mengeluarkan dana bagi program-program pencegahan HIV seperti program penukaran jarum suntik dan perawatan dengan substitusi obat.

Juga dibutuhkan penyuluhan dan pendidikan guna membantu mencegah penyebaran HIV di negara-negara di mana narkotika suntik digunakan dengan luas namun virus belum meluas di kalangan pengguna.

“Prevalensi HIV yang tinggi di kalangan para pengguna narkotika jarum suntik mewakili tantangan kesehatan besar di seluruh dunia,” kata para peneliti.

Michael Carter, dari layanan informasi HIV, NAM, mengatakan laporan itu memberi “bukti kuat” yang mendukung pelaksanaan program penukaran jarum suntik.

Dia mengatakan: “Kasus HIV pada pengguna narkotika dengan jarum suntik di Inggris sejak dulu rendah karena kami mementingkan penyuluhan kesehatan.”

“Coba bandingkan dengan jumlah infeksi HIV di negara-negara yang menolak untuk menjalankan program penukaran jarum suntik karena mereka pikir ini akan ‘mendorong’ pemakaian narkotika.”

Carter menambahkan ada bukti kuat bahwa para pengguna narkotika suntik bisa mendapat pengobatan anti-HIV, namun mereka seringkali menghadapi stigma dan diskriminasi yang berarti mereka sering sulit mendapatkan pengobatan yang bisa menyelamatkan nyawa mereka.(BBC/Gen)

3 thoughts on “HIV Pada Pemakai Napza Meningkat”

  1. It is quite scary that there is still no cure for HIV/AIDS and the only way we can fight it is by prevention. How long would it take our scientists to develop a cure or vaccine for this disease?
    !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *