Berita Berita Internasional Kebijakan Kebijakan Global

Hingga 2011, Petisi Reklasifikasi Ganja Telah Tiga Kali Ditolak di AS

Medical Marijuana

Arlington – Tercatat telah tiga kali petisi para aktivis pendukung reklasifikasi ganja ditolak pemerintah Federal AS. Petisi pertama yang diajukan tahun 1972 ditolak setelah menunggu jawaban selama 17 tahun. Pengajuan petisi kedua pada 1995 ditolak 6 tahun kemudian. Sedangkan petisi ketiga yang diajukan tahun 2002 kembali dijawab dengan penolakan setelah 9 tahun dinafikan.

Melalui surat yang dikeluarkan Administrator Drug Enforcement Agency (DEA), Michele M. Leonhart pada 21 Juni 2011, petisi yang diajukan beberapa organisasi pendukung reklasifikasi ganja resmi ditolak. Dalam suratnya, Michele menyebutkan sebab-sebab penolakan penggunaan ganja sebagai bahan pengobatan, diantaranya karena ‘ganja sangat rawan disalahgunakan’,’ belum terbukti memiliki manfaat medis dalam pengobatan di AS ‘, serta ‘ kurangnya keamanan saat digunakan dibawah supervisi medis ‘. Surat penolakan DEA yang disertai 37 halaman dokumen pendukung, telah dipublikasikan di Pusat Pencatatan Federal pada Jumat (8/7).

Cannabis atau ganja dikategorikan dalam NAPZA golongan I, ketika Kongres AS mensahkan Controlled Substances Act pada 1970. Beberapa tahun kemudian, beberapa pejabat pemerintah Federal mempertanyakan keputusan tersebut dan pada 1972 merekomendasikan ganja untuk didekriminalisasi. Pada 1988, hakim hukum administratif DEA pernah menyimpulkan bahwa ‘ganja telah diterima sebagai bahan penyembuh depresi pada orang-orang penderita penyakit parah’. Lebih lanjut, Institut Kanker Nasional AS (The National Cancer Institute) menyatakan bahwa ganja dapat meringankan mual, kehilangan selera makan, serta menyembuhkan insomnia.

Pada 2011, DEA justru memutuskan bahwa ganja tidak terbukti memiliki manfaat medis. Michele mengatakan, karena bahan kimia penyusun ganja tidak diketahui dan tidak cukup banyak penelitian yang dilakukan terkait manfaat dan keamanan ganja, maka reklasifikasi ganja tidak dapat dikabulkan.

California dan belasan negara bagian lainnya di AS, telah mengizinkan penggunaan ganja untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti glaukoma dan multiple sclerosis. Para aktivis pro reklasifikasi ganja mengkritik penolakan pemerintah Federal AS, tetapi di lain pihak mereka lega karena pemerintahan Obama akhirnya mengambil sikap tegas. Keputusan pemerintah Federal AS untuk menolak petisi reklasifikasi ganja akan memberi kesempatan bagi para aktivis untuk mengajukan tuntutan hukum.

Joe Elford, pengacara terkemuka yang mewakili Americans for Safe Access menyatakan, “Kami telah mematahkan strategi penundaan keputusan oleh Pemerintah Federal, saat ini kami memiliki kesempatan mengajukan tuntutan hukum.”(cl/YS)