Hukum

Harapkan Rehabilitasi, Dua Pengguna Ganja Divonis 7 Bulan Penjara

Sleman – AM dan DN, dua dari tiga terdakwa kasus kepemilikan dan penggunaan ganja, Senin (19/12) pagi dijatuhi hukuman tujuh bulan penjara potong masa tahanan.

Sidang yang berlangsung Pengadilan Negeri Sleman, DIY ini menghukum keduanya setelah terbukti bersalah karena secara bersama-sama menggunakan ganja.

“Hari ini, majelis hakim menjatuhkan vonis pada terdakwa AM dan DN, masing-masing tujuh bulan penjara potong masa tahanan,” ujar Arif Hijrah Saputra, SH , penasehat hukum kedua terdakwa dalam pesan singkatnya kepada NapzaIndonesia.com.

Vonis pemenjaraan yang diberikan majelis hakim tidak mengindahkan permintaan masing-masing terdakwa untuk mendapatkan vonis rehabilitasi. Pengakuan kedua terdakwa akan riwayat panjang ketergantungan mereka terhadap NAPZA, beserta pernyataan para saksi ahli di bidang adiksi yang dihadirkan penasihat hukum, belum mampu menggerakkan hati majelis hakim untuk menjatuhkan vonis rehabilitasi.

Sementara, putusan yang diberikan terhadap kedua terdakwa ini lebih ringan tiga bulan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan dua pekan silam.

Sementara sidang putusan bagi terdakwa MN, akan berlangsung pada Selasa (20/12) pagi besok.

“Sidang vonis untuk terdakwa MN akan dilakukan pada Selasa. Dalam tuntutannya, JPU mengajukan tuntutan selama empat tahun penjara pada MN karena memiliki barang bukti berupa ganja seberat 0,6 gram,” imbuh Arif Hijrah dalam keterangannya.

Sebelumnya MN, AM dan DN ditangkap pada 16 Agustus 2011 di sebuah hotel di Jogjakarta. Dihadapan petugas penyidik ketiga pemuda asal Semarang ini mengaku menggunakan ganja.(IH/G)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *