Berita Berita Nasional Hukum

Gunakan Shabu, Pilot Lion Air Divonis Penjara Satu Tahun

Surabaya – Pilot maskapai penerbangan Lion Air, Syaiful Salam (45), yang ditangkap petugas BNN karena menghisap shabu di sebuah hotel di Surabaya, divonis penjara selama setahun oleh Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, Rabu (04/07).

“Terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindak pidana tentang narkotika seperti yang ditulis dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009,” ujar Hakim Ketua, Ery Mustianto,  ketika membacakan putusannya, seperti diberitakan AntaraNews.com.

Putusan ini lebih ringan enam bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Wayan Oja Miasta, yang menuntut terdakwa dipidana penjara selama satu tahun enam bulan, dengan berdasarkan Pasal 127 ayat (1) tentang narkotika.

Rando Vitoro Hasibuan, kuasa hukum terpidana, mengaku pihaknya masih membahas putusan ini selama seminggu.

“Belum bisa kami pastikan sebab masih harus dipikir matang, apakah menerima banding atau tidak,” tuturnya.

Pihak terdakwa sebenarnya sudah meminta agar direhabilitasi dengan alasan ia  bukanlah pengedar, namun hanya sebagai pengguna. Permintaan terdakwa tidak disetujui majelis hakim yang menilai terdakwa bukan seorang yang sangat ketergantungan obat-obatan terlarang.

Kasus penangkapan terhadap terdakwa terjadi di Hotel Garden Palace, jalan Yos Sudarso, Surabaya (4/2). Pada saat itu, Syaiful sedang menginap bersama rekannya sesama pilot.

BNN yang mengetahui Syaiful marupakan pengguna shabu-shabu, langsung menangkapnya dengan barang bukti, shabu seberat 0,906 gram beserta alat hisap.  (Kos/IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *