Berita Nasional Hukum

Gugatan Granat Atas Grasi Corby Mulai Disidangkan

Jakarta – Sidang perdana gugatan Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) terhadap Keputusan Presiden atas pemberian grasi Schapelle Leigh Corby, berlangsung hari ini (20/6) di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur.

Menurut Henry Yosodiningrat, Ketua Umum DPP Granat, sidang pertama dengan agenda pembacaan dakwaan ini akan didukung oleh seluruh pengurus Granat.

“Pengurus DPP dan massa juga kesana. Kasus ini harus terus mendapat perhatian demi terciptanya pemberantasan narkotika di tanah air,” terang Henry seperti diberitakan Kompas.com.

Schapelle Leigh Corby, narapidana kasus kepemilikan 4,2 kilogram ganja mendapatkan grasi lima tahun melalui Keputusan Presiden. Pada Kamis (7/6) lalu, Granat telah mendaftarkan gugatan terhadap pemberian grasi ini.

Melalui kuasa hukumnya, Yusril Ihza Mahendra, Granat yakin dapat memenangkan gugatan ini karena Keputusan Presiden tersebut tidak sesuai dengan semangat pemberantasan narkoba di Indonesia.

Granat menilai bahwa pemberian grasi ini bertentangan dengan norma masyarakat yang selama ini berusaha keras memerangi narkotika. Granat juga menyampaikan kekhawatiran bahwa pemberian grasi ini akan dimanfaatkan negara lain jika ada warga negaranya yang terlibat kasus narkoba di Indonesia. (Kos/IH)