Opini

Gubernur Terpilih New York Akan Tutup Penjara Narkotika

Penulis:  Anthony Papa*

Laporan Associated Press yang dirilis Kamis (11/11) menyebutkan bahwa Gubernur terpilih New York, Andrew Cuomo mengadakan kunjungan ke Pusat Psikiatrik Manhattan, sebuah rumah sakit yang dikelola oleh Departemen Kesehatan Mental Negara Bagian New York dan Penjara Sing Sing.

Setelah rangkaian kunjungan, Cuomo menyatakan bahwa, “New York tidak dapat terus menerus mempekerjakan orang untuk mengelola penjara atau fasilitas publik lainnya, bila sebenarnya tempat tersebut tidak dibutuhkan. Beberapa penjara di New York tidak terisi penuh oleh warga binaan, dan sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, tetapi New York tetap mempekerjakan orang-orang tersebut.”.

Hal yang mengejutkan bagi saya adalah kunjungan Cuomo ke Sing Sing, sebuah “neraka” tempat saya melewatkan 12 tahun hidup saya karena kasus kepemilikan napza. Saya dituntut 15 tahun – seumur hidup di bawah UU Napza Rockefeller (Rockefeller Drug Laws) sebelum saya mendapatkan keringanan hukuman dari Gubernur George Pataki pada 1997.

Beberapa tahun kemudian, saya bertemu Andrew Cuomo ketika ia pertama kali mencalonkan diri menjadi Gubernur New York. Ia menjadwalkan reformasi UU Napza Rockefeller pada sebuah konferensi pers yang saya bantu penyelenggaraanya di sebuah gereja di Harlem. Cuomo juga menggunakan kisah hidup dan karya seni buatan saya untuk mengangkat sisi kekejaman UU Napza Rockefeller. Pada 2004, ia menyelenggarakan sebuah pesta untuk saya dengan dukungan dana dari jutawan Larry Goldfarb di Whitney Museum of American Art.

Sekedar kilas balik, saya melihat semangat yang menyala-nyala di mata Cuomo ketika ia berbicara tentang ketidakadilan yang ia saksikan dalam penerapan UU NAPZA Rockefeller.Walaupun upayanya menjadi Gubernur pada 2002 gagal, saya yakin suatu saat nanti ia akan kembali dan menuntaskan cita-citanya untuk memimpin New York.

Kini mimpi Cuomo telah jadi kenyataan, terpilih menjadi Gubernur New York dan akan mulai bertugas pada 1 Januari 2011.  Ia  memulai pekerjaannya dengan membersihkan Albany. Ia mencari jalan untuk memotong anggaran belanja dan mengurangi pemborosan ekonomi. Gubernur terpilih ini melihat salah satu jalan untuk melakukan penghematan adalah menutup penjara-penjara yang tidak terisi penuh. Pada hari yang sama saat Cuomo mengeluarkan pernyataan untuk menutup penjara-penjara, perlawanan muncul dari Asosiasi Penjara New York dan Asosiasi Polisi.

Hal ini tidak mengejutkan, karena penjara-penjara setengah penuh tersebut telah lama menjadi sapi perahan bagi Serikat Pekerja Penjara New York dan para tokoh politik di seputar wilayah penjara-penjara tersebut.

Mayoritas warga binaan dijerat pidana ringan kepemilikan napza (seperti kasus saya) tetap terbelenggu dalam penjara karena prosedur birokrasi yang digunakan para jaksa untuk mencegah mereka mendapatkan keringanan hukuman.

Sebuah contoh adalah kasus Amir Varick Amma, yang dituntut 25 tahun penjara untuk kepemilikan napza tanpa kekerasan. Pada 2004, badan legislatif New York mengeluarkan beberapa aturan perbaikan pada UU Napza Rockefeller yang dapat meringankan hukuman orang-orang dengan masa hukuman yang tinggi seperti Amir. Amir mengajukan keringanan hukuman sesuai peraturan baru, tetapi hakim tidak dapat mengabulkan permohonannya karena ia tertangkap basah menghisap ganja dalam tahanan.

Untuk pelanggaran ini, Amir dikenai hukuman tambahan 60 hari dan tidak berhak mendapatkan keringanan hukuman dibawah peraturan yang baru. Perlawanan Amir terhadap putusan ini mengakibatkan New York kehilangan 250 ribu dolar AS untuk tetap menahan Amir dalam penjara selama 5 tahun sampai akhirnya ia dibebaskan. Dalam krisis ekonomi yang sekarang dialami New York, para politisi berusaha mencari solusi mengurangi defisit anggaran, dan penjara-penjara menjadi prioritas utama untuk ditutup.

Seberapa pentingkah mempertahankan seorang Amir Varick dalam penjara dan mengganjarnya 5 tahun hukuman tambahan hanya karena menghisap selinting ganja dalam tahanan? Sedangkan Amir Varick pada saat itu telah menjalani hukuman selama 14 tahun untuk kasus kepemilikan napza tanpa kekerasan yang baru pertama kali menjeratnya. Berapa banyak orang bernasib seperti Amir yang harus melewati hari-harinya dalam sistim kerja paksa di penjara?

Hanya sekitar 1.350 dari 2.500 orang yang memenuhi syarat untuk dibebaskan dibawah reformasi UU Rockefeller tahun 2004/2005 yang kemudian dirilis pada 2009. Menurut laporan “Drug Law Sentencing: Saving Tax Dollars with Minimum Community Risk” yang dikerjakan oleh Legal Aid Society, proses pembebasan 1.023 warga binaan sesuai reformasi UU Napza Rockefeller telah memakan biaya sebesar 41 juta dolar AS yang berasal dari kas negara bagian New York.

Amerika membutuhkan pimpinan politik seperti Cuomo untuk menahan pemborosan uang pajak pada penjara-penjara setengah kosong, dan menyingkirkan semua rintangan pelaksaan reformasi UU Napza Rockefeller. Ketika Andrew Cuomo diambil sumpahnya sebagai Gubernur New York, ia akan memiliki kuasa untuk memperbaiki pemborosan ekonomi yang telah berlangsung dalam era penjara industri. Ia dapat melakukan pendekatan ekonomi yang lebih cerdas yang akan menuju pada sebuah sistem peradilan kriminal yang berfungsi lebih baik dan hemat biaya untuk kepentingan masyarakat New York.

  • Anthony Papa adalah Manajer Humas Drug Policy Alliance, sebuah organisasi yang bergerak di bidang advokasi kebijakan napza.