Berita Internasional Kebijakan Mancanegara Riset

Gil Kerlikowske: Wacana Legalisasi Napza Tidak Akan Bertahan Lama

Seattle – Pimpinan Office of National Drug Control Policy (ONDCP) dan mantan Kepala Polisi Seattle, Gil Kerlikowske mengatakan, ia kembali ke Seattle untuk membicarakan masalah penyalahgunaan obat resep dokter, tetapi ia justru mendapati masyarakat Seattle lebih tertarik membicarakan ganja.

Pada pertemuan di sore hari dengan dewan redaksi The Seattle Times, yang bulan Februari lalu menyatakan mendukung legalisasi ganja, Kerlikowske berpendapat bahwa wacana legalisasi NAPZA tidak akan bertahan lama.

Ia menekankan posisi pemerintahan Obama yang tidak mendukung legalisasi napza, tetapi menurut Kerlikowske strategi pengendalian napza AS telah mencoba mengalihkan perdebatan ke arah wacana “memandang masalah napza sebagai masalah kesehatan masyarakat.”

Kerlikowske berada di Seattle untuk menjadi pembicara pada Jumat (4/3) di sebuah konvensi yang diselenggarakan oleh Science and Management of Addiction (SAMA) Foundation. Ia melontarkan gurauan terkait spekulasi yang beredar di Seattle bahwa ia diutus oleh Gedung Putih untuk menegur The Seattle Times karena telah mendukung legalisasi ganja. “Hal itu tidak benar,” cetus Kerlikowske.

Diluar gedung pertemuan, 25 orang demonstran berkumpul untuk memberikan dukungan pada dewan redaksi The Seattle Times, sebuah momen yang jarang terjadi.

Secara lokal dan nasional, perilaku publik menyikapi legalisasi napza telah bergeser.

Sebuah jajak pendapat yang dirilis oleh Pew Research Center pada Kamis (3/3) menunjukkan bahwa 45% masyarakat Amerika menginginkan legalisasi napza, terjadi peningkatan dari 16% di tahun 1990. Angka 45% ini termasuk rendah bila dibanding dua puluh tahun lalu (1981) dimana 81% masyarakat menginginkan legalisasi napza.

Penduduk Washington memiliki persentase terbesar pendukung legalisasi napza, dengan jumlah pendukung 56%, demikian data yang dikutip dari jajak pendapat yang diselenggarakan SurveyUSA.

Kerlikowske mengatakan, wacana legalisasi dan penetapan pajak atas ganja telah salah arah. “Bila legalisasi menjadi jalan keluar untuk membiayai Amerika Serikat, negara bagian dan kota-kotanya, saya pikir kita sedang membuat kesalahan besar, ketika kita berfikir bahwa ganja adalah napza yang tak berbahaya,” ungkap Kerlikowske.

Tetapi ia juga mengatakan, Presiden Obama telah mengalihkan fokus kebijakan napza dengan mengkategorikannya sebagai masalah kesehatan masyarakat. Pemerintah Obama telah mengajukan permintaan peningkatan anggaran untuk perawatan ketergantungan napza, sementara anggaran untuk pelarangan napza tidak berubah.

Ia menekankan, secara resmi telah menyerukan penghentian “Perang Terhadap Napza” setelah menjabat sebagai pimpinan ONDCP dua tahun lalu. “Saya heran mengapa anda semua tidak menyadarinya,” gurau Kerlikowske.

Kerlikowske menambahkan bahwa ada reaksi negatif publik mengenai wacana ganja untuk keperluan medis, yang telah dilegalkan di Washington dan 14 negara bagian lain, serta Distrik Columbia. Ia menggarisbawahi bahwa Montana telah mengadakan pemungutan suara untuk membatalkan UU legalisasi ganja, sementara belasan kota dan county di California mengajukan penundaan pengadaan apotik ganja.

Minggu lalu, senat Washington meloloskan sebuah RUU dengan perbandingan suara 29:20 untuk melegalkan apotik ganja, ladang penanaman dan pusat produksi makanan dari ganja.

Amandemen terbaru pada RUU tersebut yang disebut SB 5073, memperbolehkan pejabat berwenang melarang apotik ganja yang hanya menyediakan ganja medis,serta membatasi petugas medis yang berfokus hanya pada distribusi ganja medis.

Pihak kepolisian awalnya juga menentang RUU tersebut, tetapi dapat menerima perubahan terkini, ungkap Don Pierce, Direktur Eksekutif  The Washington Association of Sherrifs and Police Chiefs, organisasi para pimpinan polisi di Washington.(setm/pez/Yvonne Sibuea)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *