Peristiwa

Gara-gara Tes Urine Positif, Seorang Pengguna Shabu Disidang

Persidangan

Semarang – Sidang tuntutan perkara kasus psikotropika jenis shabu tersangka HA, digelar di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (12/4). Tersangka HA ditangkap Satuan Narkoba Polrestabes Semarang di kawasan Terminal Penggaron Semarang, pada bulan Januari lalu.

Sebelumnya, pihak kepolisian menangkap HS, pasangan HA, dirumahnya di jalan Sompok, Kelurahan Peterongan, Semarang. Dari HS, polisi menemukan barang bukti berupa alat hisap shabu dan sisa shabu bekas pakai dengan jumlah kecil. Polisi kemudian membawa HS ke kantor polisi untuk diperiksa, hingga akhirnya berujung ke penangkapan HA.

Ketika ditangkap, HA tidak membawa barang bukti yang dimaksud yaitu shabu. Namun dari hasil tes urine HA, positif terhadap shabu. Hasil tes urine inilah yang digunakan sebagai bukti penangkapan HA.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sharifah SH,  menuntut HA dengan 4 tahun penjara berdasarkan pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.
Menurut JPU, terdakwa HA tidak membantu program pemerintah dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Sementara penasehat hukum terdakwa, Ari Nur Cahya SH,  menyatakan akan berusaha supaya kliennya mendapatkan vonis rehabilitasi.

“Kami dari pihak pengacara akan tetap mengupayakan vonis rehabilitasi karena tersangka adalah pengguna. Tersangka memiliki catatan medis dari dokter spesialis adiksi di Jakarta yang menyatakan bahwa yang bersangkutan pernah menjalani terapi rawat jalan,” terang Ari pada Napzaindonesia.com.

Pengacara HA meminta sidang ditunda, untuk dilanjutkan pada Selasa, minggu depan, dengan agenda sidang vonis. (Mun/IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *