Berita Internasional Riset

Ganja Sintetis, Napza Terpopuler Ketiga pada Siswa SMU di AS

Baltimore – Ganja sintetis menempati peringkat ketiga, dalam tiga besar napza yang digunakan oleh siswa sekolah menengah atas di AS pada 2012, demikian fakta yang diungkap the Center for Substance Abuse Research (CESAR), Pusat Penelitian Penyalahgunaan Zat di University of Maryland, College Park.

Produk herbal yang dicampur dengan bahan-bahan kimia tertentu yang dirancang meniru efek ganja, berada pada urutan ketiga terpopuler setelah alkohol dan ganja. Dilaporkan, pada siswa kelas 9 sampai 12 yang menjadi responden penelitian: sebesar 57% mengkonsumsi alkohol, 39% menggunakan ganja, sedangkan sekitar 12% menggunakan ganja sintetis. Jumlah ini melampaui siswa yang menggunakan kokain, ekstasi dan obat resep dokter penghilang rasa sakit.

Eric Wish, direktur CESAR, mengatakan bahwa pemerintah federal AS telah mengalami kesulitan menahan laju peredaran ganja sintetis. Musim panas lalu, Presiden Barack Obama menandatangani pelarangan ganja sintetis dan “bath salt“, senyawa sintetis yang meniru efek kokain.

Walau bahan-bahan kimia yang digunakan untuk membuat napza jenis baru ini segera dilarang, napza lain yang belum dilarang segera bermunculan. Fenomena ini dikenal sebagai baloon effect atau efek balon. Efek balon adalah analogi tentang perputaran udara dalam balon lateks, ketika balon ditekan di satu sisi, maka di sisi balon yang lain akan timbul penggelembungan karena udara berpindah tempat. Analogi ini kerap digunakan untuk mengkritisi kebijakan perang terhadap napza.

“Ini kenyataan signifikan tentang situasi anak-anak muda, dan kami baru saja mulai untuk menciptakan strategi penanganan,” kata Wish. “Seiring dengan ganja yang menjadi kian terbuka digunakan sebagai substansi pengobatan dalam masyarakat, makin besar kemungkinan anak-anak muda akan membeli sesuatu yang mereka pikir adalah ganja, tanpa menyadari betapa berbahayanya zat ini.”

Sejauh ini, dua jenis cannabinoid baru yaitu UR-144 dan XLR-11 telah muncul, Wish menambahkan.

“Pada kenyataannya,” laporan tersebut menyimpulkan, “anak-anak muda yang melaporkan menggunakan ganja sintetis, kemungkinan besar tidak tahu secara spesifik kanabinoid sintetis jenis apa yang mereka menggunakan, atau efek apa yang akan ditimbulkan.” (Sumber: Baltimore Sun/Yvonne Sibuea)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *