Advokasi

Empat Aktivis SPENA Datangi Ditpropam Polda Jawa Tengah

Foto002Semarang – Empat dari enam mahasiswa aktivis SPENA IKIP PGRI Semarang, korban penculikan dan penyekapan oknum Ditnarkoba Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah, hari ini mulai diperiksa Ditpropam Polda Jateng.

Keempatnya hadir ke Mapolda Jateng didampingi pengacara dari PBHI Jawa Tengah dan paralegal dari LPP Performa Semarang.

“Kehadiran empat mahasiswa ini menyusul pengaduan mereka atas tindak sewenang-wenang yang dilakukan oleh petugas Ditnarkoba Polda Jawa Tengah, yang telah melakukan penculikan, penyekapan serta pengancaman terhadap mereka pada Senin (8/2) pekan lalu,” ujar Abdul Fani, koordinator paralegal LPP Performa Semarang.

Kepada NapzaIndonesia.com, Abdul Fani mengatakan baru empat mahasiswa yang siap melaporkan tindakan sewenang-wenang petugas ini, sementara dua orang lagi masih mengalami trauma atas persitiwa tersebut.

“Saat ini baru empat mahasiswa yang sudah melapor dan keempatnya secara psikologis sudah siap memberikan keterangan kepada petugas penyidik dari Ditpropam Polda Jawa Tengah, sedangkan dua lainnya masih trauma atas tekanan mental saat peristiwa tersebut terjadi,” jelas Abdul Fani.

Keempat mahasiswa ini masing-masing Taufan, Zulfikar, Erwin dan Dani.

Kepada pihak Ditpropam Polda Jawa Tengah mereka mengadukan perbuatan tindak sewenang-wenang anggota Ditnarkoba Polda Jateng atas nama Kompol Hanafi, Briptu Purwanto, Briptu Taufan, dan Brigadir Wibowo.

Untuk diketahui SPENA adalah Sahabat Peduli NAPZA, sebuah lembaga Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM) di IKIP PGRI Semarang yang menjadi mitra Badan Narkotika Propinsi (BNP) Jawa Tengah dalam memberikan penyuluhan tentang pengurangan dampak buruk dan bahaya narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa di Semarang, Jawa Tengah.

Senin (8/2) petang lalu, enam mahasiswa yang juga aktifis SPENA diambil paksa dari rumah kontrakan mereka di kawasan Semarang Timur.

Mereka diambil paksa dan disekap oleh para pelaku di dua buah hotel di Semarang Atas serta dipaksa mengakui perbuatannya mengkonsumi ganja.

Selain itu keempatnya juga dipaksa untuk menandatangani surat tanpa kop bahwa mereka tidak akan berbicara kepada siapapun soal peristiwa itu atau mereka akan diadukan ke pihak kampus agar dikeluarkan karena menggunakan narkotika.(AF/Gen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *