Berita Nasional Hukum

Eksepsi Pengacara Afriyani, Kasus Narkotika Tidak Dapat Dibuktikan

Jakarta – Penasehat hukum Afriyani, Efrizal, dalam sidang pembacaan eksepsi, Selasa (17/7), menyatakan bahwa dakwaan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) adalah batal demi hukum.

“Ada kejanggalan dari uraian bukti mengenai hasil tes urine pada tanggal 22 Januari 2012,” kata Efrizal, seperti diberitakan Kompas.com.

Menurut Efrizal, dakwaan jaksa terhadap terdakwa atas penggunaan narkoba hanya berdasarkan asumsi dan tidak dapat dibuktikan kapan waktu penggunaan ekstasi oleh terdakwa.

“Dakwaan JPU hanya berdasarkan bukti hasil tes urine, yakni positif mengandung methamphetamin yang langsung dituduhkan, bahwa terdakwa positif menggunakan ekstasi. Sedangkan methamphetamin sendiri bukan saja terdapat pada ekstasi,” terangnya.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat ini, dihadapan majelis hakim yang diketuai Haswandhi ini , Efriza mengatakan bahwa dakwaan JPU Pasal 114 Ayat (1), Pasal 127, dan Pasal 132 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, tidak dapat dibuktikan secara cermat, jelas, dan lengkap.

Sementara itu, oleh majelis hakim JPU diberi waktu pada 24 Juli mendatang untuk menjawab eksepsi penasehat hukum terdakwa. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *