Berita Daerah Hukum

Edarkan Ganja, Dua Pelajar di Solo Ditangkap

Solo – Kepolisian Resor Kota Surakarta, Jateng, menangkap dua pelajar di salah satu SMK swasta di Solo yang diduga sebagai kurir ganja dan menemukan barang bukti sebanyak 14,3 kilogram.

Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Iriansyah, di Solo, Senin (12/5), mengatakan, pihaknya sangat prihatin karena kedua pelaku tersebut masih pelajar yang mau diperalat bandar narkoba.

Menurut Iriansah kedua tersangka tersebut yakni berniasial Mws (17) warga Jebres Solo dan Ry (18) warga Banjarsari Solo. Tersangka Mws ditangkap oleh petugas, di sebuah kebun kosong di Banjarsari, Sabtu (10/5) sekitar pukul 01.00 WIB dan 30 menit kemudian membekuk Ry di rumahnya.

“Saat menangkap Mws menemukan barang bukti sekitar 13,3 kg ganja, satu handphone blackberry, dan kartu anjungan tunai mandiri (ATM) Bank BRI, sedangkan dari tangan Ry ditemukan satu bungkus ganja berat satu kg, satu timbangan, telepon genggam, satu unit sepeda motor, nomor polisi AD 5206 SU,” katanya.

Ia menjelaskan terungkapnya kasus tersebut dari hasil penyelidikan petugas Satuan Narkoba Polresta Surakarta. Tersangka Mws di Jalan Ir. Sutami depan Taman Budaya Surakarta (TBS) Kentingan Jebres, pada Kamis (1/5) sekitar pukul 22.00 WIB, saat menerima penyerahan ganja sebanyak sebanyak 20 bungkus atau seberat sekitar 17 kg dari tersangka B yang kini masih buron.

Mws kemudian menyimpan barang tersebut di sekitar TBS Kentingan, Jebres. Tersangka Ry pada Jumat (2/5) sekitar pukul 13.00 WIB menjemput Mws untuk mengambil barang itu, dan dipindahkan penyimpanannya di sebuah kebun kosong di Banjarsari.

Kedua tersangka kemudian membawa barang tersebut ke sebuah kebun kosong di Temenggungan atau belakang RS PKU Surakarta, setibanya di lokasi benda haram itu dikeluarkan dari karung dan dimasukan ke dalam dua kardus.

“Kedua tersangka ini, diperintah B melelui telepon selulernya untuk mengantar barang haram ke beberapa lokasi yang ditetapkan. Polisi kemudian berhasil menangkap kedua pelaku dan barang bukti yang tersisa sekitar 14,3 kg ganja,” katanya.

Menurut Iriansyah dari hasil pemeriksaan sementara kedua tersangka mengaku mendapat upah setiap mengataran barang haram tersebut sebesar Rp50 ribu. Uang Rp50 ribu itu, dibagi dua tersangka dan keduanya sudah mendapatkan upah Rp350 ribu yang dikirim melalui ATM BRI.

Atas perbuatan tersangka didakwa melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan pertama dalam bentuk tanaman dan atau menjadi perantara dalam jual beli, menyerahkan. Atau menerima Narkotika golongan 1 dalam bentuk tanaman dan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana Narkotika sebagaimana diatur pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 35/2009, tentang Narkotika.(Ant)