Peristiwa

Dua Tersangka Kurir Shabu Pesanan Oknum Polisi Dijerat 5 Tahun Penjara

penjaraDenpasar – Dari hasil pemeriksaan sementara atas ST dan IS, dua tersangka kurir shabu-shabu yang tertangkap, rabu (21/4) di Lapas Krobokan, Badung, diperoleh informasi bahwa kedua tersangka akan membawa barang haram tersebut kepada LLB, seorang oknum polisi yang menjadi tahanan titipan Kejaksaan Negeri Denpasar terkait kasus narkoba.

“Jadi, baik ST maupun IS, sama-sama memiliki dan membawa barang yang rencananya akan diserahkan kepada LLB dengan berpura-pura sebagai pembesuk tahanan,” papar AKBP Mulyadi, Direktur Reserse Narkotik (Restik) Polda Bali.

Menurut Mulyadi, sebelum barang terlarang itu sampai ke tangan LLB, petugas telah terlebih dahulu berhasil menyitanya dari kedua tersangka.
Diperoleh keterangan bahwa LLB yang masih berstatus tahanan dalam kasus narkoba yang perkaranya dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar, terungkap aktif mengendalikan peredaran narkoba di luar lapas dengan menggunakan perangkat telepon genggam.

Ketika ditanya mengenal asal mula shabu-shabu yang berhasil disita petugas dari tersangka ST dan IS, Dirnarkoba mengatakan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

“Yang kami tahu bahwa narkoba yang dibawa ST dan IS adalah pesanan dari LLB yang kini masih mendekam di Lapas Kerobokan,” katanya.
Akibat perbuatannya ini ST dan IS dijerat dengan Pasal 112 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara.
Terkait dengan oknum polisi LLB itu, Mulyadi mengatakan pihaknya masih akan mendalami pemeriksaan, dan jika memang mengarah tentu akan dilakukan penyidikan untuk kasus yang belakangan ini terungkap.
“Kalau memang terindikasi dan terbukti dia mengendalikan semua itu, tentu kami akan melakukan penyidikan lebih lanjut,” katanya.(Ant)