Advokasi Berita Nasional

Dua Terpidana Mati “Bali Nine” Ajukan PK Tanpa Bukti Baru

napza bali9 1
Bali Nine

Denpasar Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, warga negara Australia yang juga merupakan terpidana mati dalam kasus “Bali Nine”, Jum’at (13/8) mengajukan Peninjauan Kembali (PK) kepada Mahkamah Agung (MA) melalui Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Melalui Todung Mulya Lubis dan Nyoman Sudiantara, kuasa hukum kedua terpidana mati ini, mengajukan permohonan PK tanpa mengajukan bukti baru atau novum.

Menurut kuasa hukum kedua terpidana mati ini, permohonan peninjauan kembali itu dilakukan berdasarkan anggapan telah terjadi kekhilafan hakim dalam penerapan hukum.

Berkas permohonan PK setebal 76 halaman ini diterima Ketut Sulendra, wakil panitera PN Denpasar.

“UUD 1945 mengakui hak hidup sebagai hak konstitusional. Semangatnya adalah tidak boleh ada hukuman mati,” ujar Todung Mulya Lubis kepada NapzaIndonesia.com.

Kendati vonis hukuman mati di Indonesia masih menjadi pro dan kontra, namun di sejumlah negara maju seperti Australia, hukuman mati telah dihapuskan.

“Hukuman mati tidak membuat orang jera melakukan tindak pidana,” imbuh Todung lagi.

Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, dua dari sembilan anak muda warga negara Australia yang tertangkap di Bandara Ngurah Rai dan sebuah hotel di kawasan Kuta, Bali.

Mereka tertangkap setelah berusaha menyelundupkan 8,2kg heroin cair dari Bali yang akan dibawa ke Australia. Sejak persidangan hingga kini belum diterungkap dari mana heroin cair, tersebut diperoleh.(Gen)