Peristiwa

Dua Kurir Ekstasi Dibekuk Polisi

logo polriBanjarmasin – Dua kurir narkoba jenis ekstasi, Minggu (30/5) malam dibekuk petugas Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Har dan Rid, keduanya dibekuk saat sedang mengantarkan barang haram pesananan konsumen mereka.

Har dan Rid ditangkap oleh Satuan Narkoba Poltabes Banjarmasin unit II yang dipimpin langsung oleh Ipda Andre Hutagalung.

Andre menuturkan, kedua tersangka itu ditangkap dipinggir jalan R. Suprapto, saat dilakukan penangkapan terhadap dua kurir itu polisi menemukan ekstasi berwarna coklat muda dan berlogo butterfly.

Polisi langsung melakukan introgasi dan diketahui bahwa kedua kurir tersebut mendapatkan barang haram tersebut dari “ZA” warga Kelayan.

Mengetahui barang tersebut dari ZA maka polisipun langsung mengarah ke rumah bandar narkoba itu dan saat dilakukan penggerebakan, namun ZA sempat melarikan diri melalui pintu belakang dan melewati rawa-rawa belakang rumahnya.

Lanjut Andre, pihaknyapun menelusuri tempat pelarian ZA dan ditemukan satu bungkus plastik warna hitam yang berisikan satu kotak rokok di dalam plastik tersebut.

Kotak rokok pun diperiksa dan ditemukan 30 butir ekstasi jenis inex dan lima paket shabu-shabu siap edar dirawa-rawa tempat pelarian ZA.

Untuk sementara ini tersangka ZA ditetapkan dan dimasukkan didalam daftar pencarian orang (DPO) oleh pihak Satuan Narkoba Poltabes Banjarmasin. Sedangkan barang bukti yang didapat sekarang ini sedang dilakukan pemeriksaan di balai pemeriksa obat dan makanan (BPOM) Banjarmasin.

Kedua kurir ekstasi ini pun dijerat dengan pasal 114,  UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun.

Sementara itu Har mengatakan bahwa kesehariannya sebagai penjual baju di pasar baru Banjarmasin, ia mau menjalani kurir barang haram itu karena tergiur dengan keuntungan.

Bukan itu saja dalam satu biji inex ia jual kekonsumen seharga Rp 200 ribu sedangkan ia membeli barang tersebut dari bandar seharga Rp 160 ribu dan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 40 ribu, ucap Har.(Ant)