Berita Daerah Hukum

Dua Bersaudara Kedapatan Jadi Bandar Shabu

Banda Aceh – Dua orang kakak beradik, yang diduga sebagai bandar shabu-shabu, ditangkap angggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh. dari tangan mereka polisi berhasil menyita satu kilogram shabu-shabu.

“Adik kakak bersama seorang rekannya ini diamankan di sebuah warung kopi di Lhokseumawe. Dari tangan para tersangka, petugas mengamankan satu kilogram shabu-shabu,” papar Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh Kombes Pol Agus Sunardi di Banda Aceh, Selasa.

Selain di Lhokseumawe, personel Direktorat Reserse Polda Aceh juga menangkap dua perantara peredaran shabu-shabu serta barang bukti satu kilogram shabu-shabu di Keudai Geurugok, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen.

Kombes Pol Agus Sunardi mengatakan, kakak-adik berinisial F bin A (35) dan KM bin A (30) beserta seorang temannya berinisial J bin MD (36) ditangkap pada 3 Agustus silam.

Penangkapan ketiga tersangka, berdasarkan informasi adanya transaksi shabu-shabu di Lhokseumawe. Dari informasi tersebut, tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh menyelidikinya.

Menurut polisi, ketiganya bermaksud menjual shabu-shabu seberat tiga kilogram tersebut. Namun akhirnya polisi menangkap ketiganya di sebuah warung kopi di jalan nasional Banda Aceh-Medan di kawasan Meunasah Masjid, Blangmangat, Lhokseumawe.

“Hasil pemeriksaan, shabu-shabu tersebut diperoleh dari Siwan, nama panggilan, di Malaysia. Kini, ketiga tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolda Aceh untuk penyidikan lebih lanjut,” kata Kombes Pol Agus Sunardi seperti yang dilansir AntaraNews.com.

Sedangkan dua tersangka shabu-shabu seberat satu kilogram di Keudai Geurugok, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, yakni berinisial RY bin R (21) dan S bin M (33). Menurut Sunardi, keduanya ditangkap 24 Agustus 2016. Penangkapan keduanya berdasarkan informasi adanya transaksi shabu-shabu. Dari informasi tersebut, polisi menyamar sebagai pembeli dan menangkap keduanya.

Dari hasil pengembangan, kedua tersangka memperoleh shabu-shabu tersebut dari seseorang bernama panggilan Brow di kawasan Kuta Blang, Bireuen. Tersangka RY mengambil shabu-shabu itu dan mengantarkannya kepada tersangka S. Dan tersangka S mengantarkan kepada polisi yang menyaru sebagai pembeli.

Atas perbuatannya ini para tersangka dijerat Pasal 112, 114 dan Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati,” kata Kombes Pol Agus Sunardi.(Antara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *