Berita Nasional Kebijakan

dr. Nuluh: Sebaiknya BNN Fokus Pada Pemberantasan

UU Narkotika 35/ 2009 Pasal 128

Semarang – Menanggapi diberlakukannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2011 Tentang Wajib Lapor Bagi Pecandu Narkotika pada 18 Oktober lalu, dr. Nuluh dari Puskesmas Poncol Semarang menilai bahwa kesiapan pemerintah masih kurang.

“Selama ini, kendala kami selaku petugas kesehatan adalah masih adanya benturan antara sisi kesehatan dan penanganan masalah pengguna NAPZA oleh penegak hukum,” ujar dokter yang bertugas sebagai pengampu layanan Harm Reduction sejak 2009 ini.

Ditunjuknya Puskesmas Poncol sebagai salah satu institusi penerima wajib lapor pecandu narkotika, dr. Nuluh menyatakan bahwa sudah menjadi kewajiban bagi institusi yang ditunjuk untuk mempersiapkan diri apabila ada pecandu yang melapor.

“Sampai hari ini kami bersama lembaga dan institusi terkait juga sering berdiskusi tentang PP ini. Berbagai pelatihan juga telah kami ikuti,” ujarnya pada Napzaindonesia.com, Rabu (26/10).

Mengenai adanya komponen Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam PP ini, dr. Nuluh menilai bahwa seharusnya BNN mengambil peran lain dalam penanganan masalah NAPZA di Indonesia.

“Sebaiknya BNN fokus kepada pemberantasan para produsen dan pabrik-pabriknya. Biarkan kami dari pihak kesehatan yang memberikan perawatan bagi pecandu narkotika,” tegasnya. (IH)

One thought on “dr. Nuluh: Sebaiknya BNN Fokus Pada Pemberantasan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *