Berita Berita Internasional Berita Selebriti Hukum

Dr. Conrad Murray Dituduh Sibuk Bertelepon Disaat Kritis Michael Jackson

Los Angeles, NapzaIndonesia.com – Dr. Conrad Murray berbicara di telepon dan mengirimkan SMS pada saat seharusnya ia memonitor tanda-tanda kehidupan Michael Jackson, demikian isi rekaman yang diputar Jaksa Penuntut Umum di pengadilan Kamis.

Dalam lima jam sebelum Murray menemukan pasiennya berhenti bernafas, ia melakukan sebelas percakapan telepon menggunakan dua telepon berbeda. Tercatat tiga kali panggilan masuk dan keluar yang berlangsung selama 45 menit tepat pada saat Murray menyadari Jackson mengalami serangan jantung, demikian pernyataan jaksa.

Jaksa menuduh Murray melakukan “penyimpangan ekstrim” dalam pelaksanaan standar pelayanan kesehatan, dengan memberikan Propofol, zat yang digunakan dalam anestesi pembedahan tanpa pengawasan ketat.

Tidak ada seorangpun menyaksikan perlakuan medis yang diberikan Murray malam itu karena Jackson tidak mengizinkan para pegawainya berada di lantai atas kediamannya. Tetapi Jaksa kembali menyatakan bahwa catatan panggilan telepon adalah bukti bahwa perhatian Murray terpecah.

Menurut data yang diberikan oleh perwakilan sebuah perusahaan penyedia layanan telepon, Murray mengirimkan lima SMS lewat iPhone dalam masa genting Jackson. Percakapan telepon yang tercatat dari iPhone dan Sprint, adalah percakapan dengan tempat praktek Murray di Las Vegas, sebuah klinik miliknya di Houston, seorang pegawai dan seorang dokter lainnya.

Secara keseluruhan, Murray menghabiskan 1.5 jam dalam komunikasi telepon selama periode lima jam terakhir hidup Jackson. Catatan tersebut juga menunjukkan adanya panggilan telepon Murray pada asisten pribadi Jackson sesaat setelah Murray menemukan Jackson tak bernyawa.

Dilaporkan adanya percakapan selama dua menit dengan Nicole Alvarez, kekasih Murray yang sepertinya dilakukan saat Murray berada dalam ambulans yang mengantar jenasah Jackson ke rumah sakit.(latm/YS)