Aktivitas Berita Berita Internasional Berita Lembaga Kebijakan Kebijakan Global

Dr.Broto Wasisto: Tak Ada Persamaan Persepsi, Penyebaran HIV Akan Meningkat di Indonesia

Partnership Forum - The Global Fund 2011

Sao Paulo – Forum Kemitraan The Global Fund memasuki dialog hari kedua pada Rabu (29/6). Pertemuan yang digelar di Hotel Sheraton Sao Paulo ini diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai institusi seperti pelaksana program layanan kesehatan, anggota parlemen, akademisi, perwakilan organisasi profesi kesehatan, badan-badan PBB serta perwakilan komunitas terdampak HIV/AIDS.

Kepada NapzaIndonesia.com, Dr. Broto Wasisto DTM&H, MPH sebagai representasi Country Coordinating Mechanism (Mekanisme Koordinasi Tingkat Negara) The Global Fund Indonesia mengungkapkan sebuah prediksi bahwa penyebaran HIV akan terus meningkat ditahun-tahun mendatang bila tidak ada persamaan persepsi di masyarakat tentang penanganan AIDS. 

Penilaian Broto didasarkan atas fakta bahwa sampai saat ini di Indonesia, penggunaan jarum suntik steril dan kondom sebagai sarana pencegahan transmisi HIV masih menghadapi penolakan masyarakat. Mayoritas penolakan promosi jarum suntik dan kondom sebagai sarana pencegahan HIV muncul dari kelompok maupun partai berbasis keagamaan.

Broto memandang, perbedaan persepsi merupakan hambatan terbesar dalam penyelesaian masalah HIV/AIDS di Indonesia. Mantan Staf Ahli Bidang Epidemiologi Departemen Kesehatan ini, memberi contoh bahwa promosi program layanan dampak buruk NAPZA berupa distribusi jarum suntik steril yang telah ikut digagasnya sejak 1999, sampai saat ini masih banyak dipandang negatif oleh masyarakat.

Program layanan jarum suntik steril dianggap sebagai dukungan terhadap penggunaan NAPZA ilegal oleh sebagian masyarakat Indonesia. Seperti halnya promosi penggunaan kondom dianggap sebagai dukungan terhadap praktek seks bebas.

Broto menegaskan, tanpa adanya promosi penggunaan kondom sebagai sarana pencegahan HIV dan IMS, praktek seks bebas tetap akan ada. Demikian juga promosi penggunaan jarum suntik steril sebagai sarana pencegahan HIV tidak  terbukti meningkatkan minat orang untuk menggunakan NAPZA.

Broto berharap, para pegiat HIV/AIDS dapat melakukan pendekatan intensif pada Dewan Perwakilan Rakyat, agar masalah HIV dapat porsi perhatian lebih besar.(YS)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *