Berita Daerah Kebijakan Daerah Tembakau & Rokok

DPRD Jateng Tolak Usulan Konversi Lahan Tembakau

Semarang – Rencana konversi lahan tembakau oleh Pemerintah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ditolak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng.

Rencana pengurangan lahan tembakau dari 45.930 hektare dan akan dikurangi hingga menjadi sekitar 36 ribu hektare.

Ahmad Rif’an, Ketua Fraksi Golkar DPRD Jawa Tengah menyatakan bahwa jika pemerintah ingin petani sejahtera, jangan sampai ada jangan sampai ada pembatasan dan mengalihkan ke tanaman lain.

“Pengalihan ke tanaman lain secara ekonomis belum tentu menguntungkan petani. Biarlah petani mandiri dengan tanaman yang selama ini diyakini petani bisa menyejahterakan hidupnya,” ujar Ahmad, seperti diberitakan Tempo.co, Senin (23/7).

Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Jawa Tengah, Istajib menyampaikan hal senada. Menurutnya, jangan sampai ada pembatasan dengan larangan dan aturan yang berpotensi menimbulkan konflik antara masyarakat dengan pemerintah.

Sementara itu, Endang Ratnasari selaku Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan Jawa Tengah berpendapat bahwa pengurangan lahan tembakau bertujuan mengendalikan stok dan kebutuhan tembakau.

“Dikhawatirkan banyak tembakau yang tidak terserap pasar di masa mendatang karena jika produksi tembakau melimpah, maka akan membuat harga menjadi jatuh,” ujarnya.

Endang menambahkan bahwa Dinas Perkebunan akan terus mensosialisasi kepada petani tembakau agar tidak menanam tembakau di lahan yang kurang potensial. Ia mencontohkan bahwa ada kabupaten tertentu yang lahannya ditanami tembakau mencapai 7.000 hektare, padahal yang cocok hanya 5.000 hektare.

“Lahan yang 2.000 hektare itu yang akan dialihfungsikan ke tanaman lain,” katanya.

Pihaknya juga berharap kepada pemerintah untuk melakukan penelitian supaya tanaman tembakau tidak hanya dapat diserap oleh industri rokok namun juga untuk industri lain seperti kesehatan dan kosmetik.

Boedidaya, Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Boedidaya menolak kebijakan itu karena akan mengganggu pasokan tembakau. Menurutnya, dari aspek agronomi lahan tembakau tidak mudah dikonversi ke tanaman lain.

“Secara ekonomis, tembakau masih menjanjikan bagi petani tembakau,” katanya. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *