Berita Internasional Kebijakan Mancanegara

DPR Uruguay Sahkan Legalisasi Ganja

Jakarta – DPR Uruguay mengesahkan aturan untuk melegalisasi ganja. Jika aturan ini disetujui Senat, maka Uruguay akan menjadi negara pertama yang memiliki aturan yang mengatur produksi, distribusi dan penjualan ganja.

Peraturan itu didukung pemerintah Presiden Jose Mujica, yang mengatakan legalisasi ganja ini akan memindahkan keuntungan dari para pengedar narkoba dan mengalihkan para pemakai dari obat-obatan yang keras. Dalam peraturan tersebut, hanya pemerintah yang diijinkan untuk menjual ganja.

“Negara akan melaksanakan pengawasan dan regulasi mulai dari impor, ekspor, perkebunan, budidaya, pemanenan, produksi, akuisisi, penyimpanan, komersialisasi dan distribusi ganja dan produk turunannya,” papar Jose Mujica

Para pembeli harus didaftar dalam sebuah database dan harus berusia diatas 18 tahun. Mereka dapat membeli lebih dari 40 kg per bulan untuk lisensi khusus farmasi atau menanam sampai enam pohon di rumah.

Peraturan ini disetujui oleh 50 dari 96 orang anggota parlemen di majelis rendah setelah perdebatan selama 13 jam. Anggota parlemen yang mendukung proyek ini yaitu koalisi Frente Amplio, yang merupakan mayoritas. Aturan itu diharapkan akan disetujui oleh Senat, yang dikuasai oleh mayoritas kubu pemerintah sayap kiri.

RUU legalisasi ganja ini diusulkan Menteri Pertahanan Eleuterio Fernandez Huidobro pada 2012 lalu.

“Larangan terhadap narkoba akan menambah masalah baru di masyarakat dibandingkan obat-obatan itu sendiri, dengan konsekuensi malapetaka, ” terang Fernandez Huidobro.

Pemungutan suara di parlemen tersebut dilakukan ditengah debat mengenai legalisasi narkoba di Amerika Latin. Sebuah kelompok yang terdiri dari mantan presiden dan tokoh masyarakat yang berpengaruh, termasuk Henrique Cardoso dari Brasil, Ernesto Zedillo dari Meksiko dan mantan pemimpin Kolombia Cesar Gaviria, telah menyerukan legalisasi ganja.

Tetapi, Paus Fransiskus mengkritik rencana legalisasi narkoba dalam kunjungannya ke Brasil pekan lalu.

“Perlu untuk mengatasi masalah ini dari akarnya, penyalahgunaan obat, penegakan hukum, dan memberi pendidikan kepada anak-anak muda mengenai nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat, membela mereka yang mengalami kesulitan dan memberikan harapan bagi mereka dimasa depan,” papar Paus Fransiskus.(BBC)