Berita Daerah Kebijakan Daerah

Pemprov DKI Pantau Penjualan Minuman Beralkohol

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah memantau penjualan minuman beralkohol di pasaran, menyusul kembali maraknya minuman beralkohol di minimarket di Jakarta.

Kemudahan mendapatkan alkohol dengan mudah ini menimbulkan rasa kuatir akan maraknya pembelian alkohol oleh konsumen di bawah umur.

Tujuannya agar minuman berakohol tidak dijual kepada konsumen di bawah umur.

“Nggak boleh menjual kepada anak di bawah umur. Harusnya tanya KTP kalau membeli. Yang bandel tentu saya rasa ada saja, dan kalau ketahuan tentu kita tindak,” papar Humas Pemprov DKI Ahmad Kurnia.

Dinas Perdagangan DKI sudah diminta oleh gubernur untuk memantau peredaran minuman berakohol di supermarket dan minimarket sejak satu bulan lalu, tetapi hasilnya belum dipublikasikan.

Sementara Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), mendesak agar pemerintah memperketat pembatasan penjualan minumal berakohol karena dapat memicu ketergantungan.

“Dilihat dulu regulasinya. Apakah dalam konteks itu supermarket boleh menjual atau tidak, tapi secara fungsional menurut saya sudah melewati batas kewajaran, artinya sebagai barang adiktif seharusnya tidak terlaku mudah aksesnya.” terang Tulus.

“Masyarakat tidak terlalu mudah mengakses minuman keras,” tambahnya.

Tulus mengatakan di negara maju, penjualan minuman beralkohol dibatasi secara ketat. Salah satunya pembeli harus menunjukan identitas agar usianya diketahui secara pasti.(bbc/AM/Gen)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *