Advokasi Berita Daerah Hukum

Diversi Pengguna Napza Perlu Libatkan Pihak Akademisi

Semarang – Menindak lanjuti pembahasan kemungkinan diversi bagi pengguna napza di kota Semarang, Kelompok advokasi kebijakan napza PERFORMA mengadakan pertemuan dengan salah satu anggota Indonesia Police Watch (IPW) Jawa Tengah pada Kamis (10/8) malam di Semarang.

“Diversi ini bisa dilaksanakan oleh pihak kepolisian  asalkan ada kesiapan dari masyarakat. Maka dari itu, kami melakukan diskusi dengan berbagai pihak salah satunya dengan kawan-kawan dari IPW,” ujar koordinator PERFORMA, Yvonne Sibuea pada NapzaIndonesia.com.

Dalam diskusi yang turut dihadiri oleh beberapa anggota PERFORMA ini mengungkapkan permasalahan hukum yang selalu dihadapi oleh pengguna napza. Antara lain masalah kekerasan, pemerasan, dan adanya hak untuk rehabilitasi jika ditangkap tanpa barang bukti.

Anggota IPW, Johan Untung S.H ,yang hadir dalam pertemuan ini memaparkan tentang Alternative Dispute Resolution (ADR) yaitu penyelesaian alternatif terhadap sebuah kasus melalui proses musyawarah dari pihak yang berperkara dengan melibatkan mediator.

Menurutnya, diversi pada kasus-kasus pengguna napza tanpa barang bukti memungkinkan untuk dilakukan, selama tidak melanggar ketentuan.

“Model ADR ini sudah diterapkan dalam kasus-kasus ringan. Kepolisian di Jawa Tengah juga sudah menerapkannya. Tantangannya disini adalah narkoba dalam hukum di Indonesia tidak termasuk dalam tindak pidana ringan,” paparnya.

Johan menambahkan, dalam menyikapi kebutuhan diversi pengguna napza ini, masih diperlukan adanya sosialisasi kepada masyarakat luas tentang kebutuhan  pengguna napza dari sisi hukum.

“Selain orang-orang yang ahli dalam bidang adiksi seperti dokter dan praktisi, bila perlu kita menggandeng pihak-pihak lain seperti akademisi dan tokoh masyarakat,” tutupnya. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *