Advokasi Berita Lembaga Berita Nasional Kegiatan

Dinkes Semarang Resmikan Institusi Penerima Wajib Lapor Bagi Pecandu

Aktifis PERFORMA Mendesak IPWL Bekerja Lebih Serius

Semarang – Mulai Selasa (27/12) ini, para pecandu narkoba atau pengguna NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) di Semarang dikenakan “wajib lapor”. Para pengguna Napza harus melaporkan dirinya pada salah satu institusi kesehatan yang telah ditunjuk Kementrian Kesehatan.

Adapun institusi kesehatan di Semarang yang ditunjuk menjadi Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) adalah RSUP Dr. Karyadi, RSJD Amino Gondohusodo, dan Puskesmas Poncol. Penunjukkan ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1305/Menkes/SK/VI/2011 tertanggal 30 Juni 2011.

“Institusi Penerima Wajib Lapor bagi para pecandu napza ini merupakan wujud dari pemenuhan akan hak kesehatan terhadap warga negara,” papar Dr. Niken Widyastuti, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dalam sambutannya saat Pencanangan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di Kota Semarang, Selasa (27/12).

Menurut Niken, selain Puskesmas Poncol, Dinas Kesehatan Kota Semarang juga menunjuk Puskesmas Pegandan, Puskesmas Padangsari dan Puskesmas Srondol sebagai institusi penerima wajib lapor.

Penunjukan ini mengingat selama beberapa tahun terakhir, ketiga puskesmas tersebut juga telah aktif melayani kesehatan bagi para pengguna Napza di Semarang melalui program Harm Reduction atau pengurangan dampak buruk penggunaan Napza.

Penunjukkan institusi layanan medis di Semarang sebagai IPWL ini yang menjadi tindak lajut dari amanat UU No.35 Tahun 2011 tentang Narkotika, khususnya pasal 55, dan Peraturan Pemerintah RI No. 25 Tahun 2011 tentang pelaksanaan wajib lapor pecandu narkotika.

Sementara, Komunitas Advokasi Perubahan Kebijakan NAPZA (PERFORMA) Semarang menyambut baik keberadaan IPWL ini, hanya saja PERFORMA memandang keberadaan IPWL di Semarang belum ditunjang oleh keseriusan para pemangku kebijakan, sehingga terkesan mubasir.

Ira Hapsari, koordinator Divisi Litbang LPP-PERFORMA mengecam keberadaan IPWL yang hanya menyediakan layanan bagi para pengguna heroin semata, sedangkan para pengguna NAPZA di Semarang lebih didominasi para pengguna psikotropika jenis shabu-shabu, ekstasi dan ganja.(G)

 

2 thoughts on “Dinkes Semarang Resmikan Institusi Penerima Wajib Lapor Bagi Pecandu”

  1. Mantafff…..
    Respect# PERFORMA….
    Benar-benar Pelopor buat kebijakan yang lebih Humanis buat Pecandu Indonesia…..

  2. @B_yulistyo, menjadi PELOPOR dalam menyelesaikan persoalan-persoalan pecandu itu lebih baik daripada menjadi PENGEKOR alias menjadikan pecandu dan komunitas sebagai obyek PROYEK dan bukan subyek PROGRAM, Pelopor selalu melihat sesuatu sebagai program yang harus dikerjakan untuk SELESAI dan bukan sebagai proyek yang dikerjakan untuk TIDAK SELESAI agar di tahun-tahun berikutnya tetap ada proyek yang sama… intinya PELOPOR mengerjakan sesuatu untuk menyelesaikan persoalan sosial, sementara PENGEKOR mengerjakan sesuatu demi perut dan dibawah perut,.. Ayoo bersama-sama bersatu dan bergabung dalam barisan para pelopor dan bukan para pengekor,.. Merdekaaa..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *