Peristiwa

Diduga Selundupkan Ketamine, Warga Malaysia Terancam Hukuman 10 Tahun

Bea Cukai

Denpasar – Seorang warga negara Malaysia ditangkap petugas Bea Cukai Bandara Ngurah Rai Bali saat mencoba menyelundupkan 2,49 gram narkotika jenis ketamine, Senin (11/4). Tersangka bernama Ching Eng Oo (38) datang bersama istrinya ke Bali menggunakan pesawat Malaysia Airlines rute Kuala Lumpur-Denpasar dengan nomor penerbangan MH 851.

“Petugas yang memeriksa tersangka menemukan ketamine dalam saku celananya. Dari keterangan tersangka, barang bukti tersebut didapatnya dari Penang, Malaysia dan akan dikonsumsi sendiri,” ujar Made Wijaya, Kepala Kantor Pelayanan Bea Cuka Bandara Ngurah Rai, Selasa (12/4).

Menurut Wijaya, ketamin merupakan salah satu jenis produk farmasi yang diawasi dan dibatasi peredarannya oleh Departemen Kesehatan. Ketamine adalah obat bius yang menimbulkan efek halusinasi atau halusinogen seperti pada ganja dan hashis.

Ketamine memiliki dua macan bentuk, cairan berwarna bening dan serbuk putih kristal. Cara pemakaiannya bisa dengan mencampukan pada minuman, dihirup dengan hidung, dioleskan pada rokok atau cerutu, bahkan disuntikkan.

Di beberapa negara seperti Australia, Singapura, Hongkong, India dan beberapa negara Asia lainnya, ketamine termasuk dalam obat keras golongan I. Di Kanada, ketamine termasuk dalam golongan I narkotika, dan di Amerika Serikat termasuk dalam obat keras golongan III.

“Barang bukti yang dibawa tersangka bernilai 2,4 juta rupiah karena harga jualnya dipasaran berkisar 1 juta rupiah per gram,” terang Wijaya.

Wijaya menambahkan, tersangka akan dikenai pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2006 Tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal 1 miliar rupiah.

Saat ini, kasus ini sedang dilimpahkan ke Polda Bali untuk ditindak lanjuti proses hukumnya. (Ant/IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *