Berita Berita Internasional Kebijakan Mancanegara

Dianggap Terlalu Berisiko, Peresepan Xanax Dihentikan di Louisville

Louisville – Pro kontra menyelimuti penggunaan Xanax, obat anti panik yang banyak dicari orang karena efek penenang instan yang ditimbulkannya. Tingginya angka overdosis yang terjadi pada pengguna Xanax di Louisville dan seluruh AS membuat sebuah klinik perawatan ketergantungan NAPZA, Seven Counties Services mengambil langkah tak biasa. Para dokter di Seven Counties Services memutuskan berhenti meresepkan Xanax dan versi generiknya, Alprazolam mulai April 2011. Mereka berencana menyapih para pasien sepenuhnya dari ketergantungan Xanax pada akhir 2011.

Langkah yang diambil Seven Counties Services tentunya akan terus diperhatikan masyarakat Kentucky, satu dari negara bagian AS yang telah lama bergelut dengan penyalahgunaan obat resep dokter secara meluas. Masalah ini telah terjadi lebih dari satu dekade dan menuntut lebih banyak korban jiwa dari minggu ke minggu, sehingga masyarakat menuntut solusi cepat.

Sementara Kentucky dan negara bagian lain banyak memusatkan perhatian pada adiksi pereda nyeri dari golongan narkotika, para ahli menyatakan bahwa obat-obatan golongan benzodiazepin, kelas obat penenang yang salah satu produk populernya adalah Xanax, juga telah disalahgunakan secara luas, seringkali dengan konsekuensi yang berat.

Pasien-pasien yang berobat di Seven Counties Services mayoritas berasal dari kaum miskin, para ahli mengungkapkan daya tarik Xanax menyebar ke berbagai tingkatan sosial ekonomi. Alprazolam (kandungan zat dalam Xanax) menduduki peringkat ke-8 obat yang paling banyak diresepkan di AS pada 2011 menurut SDI, sebuah firma data yang meneliti tingkat penjualan obat-obatan. Xanax populer untuk mengatasi serangan panik, sedangkan Prozac sangat populer untuk mengatasi masalah depresi.

Pada 2010, The Center for Disease Control (CDC) melaporkan adanya peningkatan 89% pada kunjungan pasien ke ruang gawat darurat terkait penggunaan benzodiazepin tanpa resep dokter sepanjang 2004-2008 di seluruh AS. Di Kentucky, kombinasi pereda nyeri golongan opiat dan benzodiazepin, terutama Xanax, sering berujung overdosis fatal, demikian keterangan pemeriksa kesehatan di Kentucky.

Seven Counties Services bukan klinik kesehatan pertama yang menghentikan pemberian resep untuk obat-obatan yang diawasi negara. Setidaknya beberapa klinik kesehatan diseluruh AS telah berhenti meresepkan obat berbahan dasar opiat dan benzodiazepin, tetapi keputusan ini masih menjadi perdebatan. Beberapa dokter mengatakan, penolakan meresepkan obat-obat tertentu dalam segala situasi sebagai kebijakan yang terlalu keras, karena Xanax banyak menolong pasien yang menggunakannya secara bertanggungjawab.

“Membatasi peresepan obat adalah ide yang mulia,” ungkap Dr. Laurence H. Miller, Kepala Komite Psikiatri Publik dan Masyarakat di Asosiasi Psikiatris Amerika. Dr. Miller menambahkan, “Saya tak akan melarang apapun. Ada beberapa orang yang memetik manfaat besar dari peresepan Xanax, berada dalam dosis kecil dan mampu mengatur hidup sejalan dengan terapinya. Mereka akan baik-baik saja.”

Tetapi Dr. Scott Hedges, Wakil Presiden Layanan Medis di Seven Counties Services menyatakan ia meyakini Xanax bukanlah sebuah opsi yang perlu ditawarkan dalam klinik yang dikelolanya.

“Banyak bahan bacaan menyarankan berbagai jalan keluar menangani panik dan gangguan kecemasan tanpa menggunakan Xanax,” tegas Dr. Hedges.”Risiko yang ditanggung masyarakat sangat tinggi, bila kita terus menerus menggunakan Xanax.”

Xanax memiliki risiko tertentu untuk disalahgunakan dan sangat menimbulkan ketagihan, karena efeknya dirasakan tubuh dengan sangat cepat, tetap hanya berlangsung beberapa jam. Para pasien seringkali menginginkan dosis lebih dalam waktu singkat, sehingga toleransi meningkat dengan sangat cepat.

Dr. Hedges mengatakan, sementara Seven Counties Services menanggung banyak tuduhan karena meresepkan Xanax, nyatanya banyak pasien telah mendapatkan resep Xanax dari dokter umum. Alprazolam adalah satu dari tiga obat-obatan terkontrol yang paling banyak diresepkan di Kentucky, bersaing dengan hydrocodone dan oxycodone.

Untuk pasien yang mengalami ketergantungan opiat, Xanax sangat menggoda untuk digunakan sebagai substansi pengganti, karena ketakutan terhadap efek putus opiat sangat menakutkan.

Di Seven Counties Services, beberapa pasien dari jumlah total 3000 pasien yang menggunakan Xanax telah dialihkan untuk menggunakan Clonazepam, obat golongan benzodiazepin yang memilik efek penenang sedikit lebih lambat, dan disinyalir memiliki risiko ketergantungan yang lebih kecil.

Clonazepam tidak mengakibatkan sensasi ‘tinggi’ seperti yang dialami pengguna Xanax,” kata Dr. Hedges, “tidak ada gejala putus obat yang dilaporkan.”

Rencana jangka panjang klinik kesehatan tersebut adalah untuk menyapih pasien dari Clonazepam di akhir terapi.

Perubahan kebijakan di klinik Seven County Services mengakibatkan kepanikan diantara pasien. Para dokter dan resepsionis telah bersiap-siap menghadapi saat-saat menegangkan ketika harus membiasakan pasien dengan kebijakan baru ini. Mereka masih mengingat jelas pada 2009 ketika pasien menembak seorang dokter di sebuah pedesaan Kentucky Timur yang menolak memberi resep pereda nyeri.

Sampai saat ini, telah 90% pasien telah beralih dari Xanax, demikian keterangan Dr. Hedges mengakhiri wawancara.(nyt/YS)