Berita Nasional Peristiwa

Denny Indrayana: Lapas dan Rutan Jadi Persembunyian Bandar Narkoba

Rumah Tahanan

Jakarta – Kasus inspeksi mendadak Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama dengan Denny Indrayana, Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkum HAM) pada Senin (2/4) dini hari hingga kini masih menjadi sorotan berbagai pihak karena diwarnai dengan pemukulan sipir Lapas.

Dalam laporannya kepada Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM setempat, Djoni Muhammad menuliskan keberatan atas penamparan Denny kepada petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pekanbaru, Darso Sihombing.

Laporan itu juga berisi tentang penendangan terhadap Khoiril oleh salah seorang dari rombongan, dan cara penjemputan paksa petugas penyimpan kunci, H Maslan.

Menanggapi kasus ini, kepada beberapa media utama nasional Denny mengatakan bahwa ia mengakui terjadinya insiden pemukulan terhadap sipir penjara itu, walau dia akui bahwa pelaku pemukulan itu bukan dia.

Menurut Denny, beberapa orang dari tim inspeksi terpaksa memanjat pagar luar Lapas setinggi satu meter. Pagar Lapas saat itu dalam kondisi tergembok. Petugas pintu utama Lapas Pekanbaru lebih dari lima menit baru membuka pintu, beberapa anggota rombongan Indrayana bersama BNN sempat berteriak dan menggedor pintu utama.

“Pintu Lapas ditutup lagi. Ada sekitar lima menit. Begitu dibuka, saya tegur, kenapa lama sekali. Mereka menjawab takut pada BNN. Di situ ada petugas yang marah dan memukul petugas ini,” katanya, pada satu media utama nasional terbitan hari ini, Rabu (4/4).

Terkait dengan inspeksi mendadak tersebut, Denny seperti diberitakan Antara menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang terus memberantas jaringan pengedar narkoba di dalam Lapas dan Rumah Tahanan (Rutan). Proses inspeksi harus dilakukan dengan cepat untuk meminimalisir kemungkinan narapidana pemakai dan pengedar menyingkirkan barang bukti.

“Tidak ada pemukulan, penendangan, informasi ini perlu diluruskan karena inspeksi tersebut untuk menangkap mafia narkoba yang disinyalir beroperasi dari dalam Lapas dan melibatkan petugas Lapas,” kata Denny menanggapi kasus pemukulan terhadap sipir Lapas Pekanbaru.

Denny menambahkan bahwa hingga kini, pihak Kemenkum HAM bersama dengan BNN telah baru melakukan inspeksi di empat tempat yaitu Lapas Tanjung Gusta Medan, Rutan Cipinang, Lapas Pemuda Tangerang dan Lapas Pekanbaru.

“Sayangnya memang Lapas dan Rutan masih menjadi tempat bersembunyi para bandar narkoba,” ungkapnya.

Dalam keterangannya, Direktur Pemberantasan dan Penindakan BNN, Brigjen Pol Benny Mamoto, yang ikut melakukan inspeksi mendadak tersebut juga membantah tentang pemukulan sipir Lapas Pekanbaru. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *