Berita Berita Internasional Kebijakan Kebijakan Global

DEA Larang Peredaran Bahan Kimia Pembuat ‘Bath Salts’

"Bath Salts" Ivory White

New YorkDrug Enforcement Administration (DEA) mengambil langkah darurat pada Jumat (21/10) dengan melarang peredaran tiga stimulan sintetik yang digunakan untuk membuat produk ‘garam mandi’ atau ‘bath salts‘. ‘Bath salts‘ sebenarnya adalah NAPZA rekreasional yang efeknya sangat mirip dengan kokain, LSD dan metamfetamin.

Keadaan darurat ini menempatkan mephedrone, methylenedioxypyvalerone (MDPV) dan methylone dalam kategori substansi paling diawasi selama setahun terakhir, sementara DEA meneliti mengapa substansi-substansi tersebut harus dilarang secara permanen. Klasifikasi ini digunakan untuk substansi berpotensi tinggi disalahgunakan dan belum memiliki izin untuk digunakan dibawah pengawasan medis.

Produk-produk ‘bath salts‘ sering dilabeli sebagai pupuk tanaman, dijual dalam bentuk bubuk atau kristal dengan merk Bliss, Purple Wave, Vanilla Sky dan Ivory Wave. Walaupun tidak mengantongi izin Food and Drug Administration (FDA) untuk dikonsumsi, produk ini sangat populer, terutama dikalangan remaja dan dewasa muda, ungkap DEA.

“Bahan-bahan kimia tersebut mengancam nyawa secara langsung dan signifikan, apapun cara mereka dipasarkan. Kami akan menindak siapapun yang mencoba meramu dan menjualnya,” tegas Michele M. Leonhart, administrator DEA.

Beberapa negara bagian di AS telah melarang ‘bath salths‘, yang biasa dijual seharga 25 – 50 dolar AS atau sekitar 2,2 – 4,4  juta rupiah per 50 mg. Beberapa senyawa kimia yang ditemukan dalam produk ‘bath salts‘ berisi stimulan organik berasal dari negara-negara Arab dan Afrika Timur bernama Khat, yang ilegal di AS.

Walaupun nama jalanan substansi ini terdengar tidak membahayakan, para dokter berpendapat ‘bath salts‘ sangat berbahaya. Konsumen dapat mengalami paranoid berkepanjangan, beberapa orang melaporkan gejala paranoid bertahan selama beberapa bulan. ‘Bath salts‘ membawa kecenderungan melakukan kekerasan ekstrim, kadangkala berupa kecenderungan menyakiti diri sendiri. Kejadian baru-baru ini, seorang pria menerobos sebuah kuil dan menusuk seorang padri di Pennsylvania. Sementara di West Virginia, seorang wanita berulang-ulang menggaruk dirinya sendiri selama beberapa hari tanpa henti.

Efek jangka panjang belum diketahui, tetapi DEA menyebutnya sebagai “berpotensi sangat berbahaya”.(nyt/YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *