Aktivitas Kegiatan

Dampak Sosial-Ekonomi “Permendag 6/2015 tentang Regulasi Alkohol” di Mata Akademisi

JakartaStudent For Liberty Universitas Indonesia, Forum MBB dan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta menyelenggarakan Diskusi Publik “Dampak Peraturan Menteri Perdagangan no.6 Tahun 2015 dalam Perspektif Sosial dan Ekonomi” pada Kamis (17/12) siang di Gedung Theater lantai 2 Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta.

Permendag 6/2015 membahas tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol. Peraturan yang ditetapkan pada 16 Januari 2015 ini menuai kontroversi di masyarakat karena menghapuskan perizinan penjualan alkohol golongan A di minimarket dan toko pengecer lainnya. Pada peraturan menteri perdagangan versi awal, yaitu Permendag 20/2014, minimarket dan toko pengecer lainnya masih diperbolehkan menjual alkohol golongan A yaitu minuman berkadar alkohol sampai dengan 5%, bersanding dengan supermarket dan hypermarket.

Salah satu jenis alkohol golongan A yang paling populer adalah bir, yang biasanya dengan mudah dapat dibeli dan dikonsumsi di minimarket yang juga menyediakan sudut-sudut tempat mengobrol. Perubahan regulasi pemerintah ini dianggap menyulitkan bagi konsumen untuk mendapatkan bir dan mengkonsumsinya di tempat pembelian. Sedangkan di sisi lain, pemerintah memiliki alasan kuat dalam penetapan kebijakan tersebut, yaitu membatasi peredaran alkohol bagi individu yang belum cukup umur, serta memastikan lokasi penjualan alkohol tidak berada di sekitar wilayah-wilayah yang dilarang, seperti : gelanggang remaja, kaki lima, kios-kios kecil, serta rumah ibadah. Dengan menghapus perizinan bagi minimarket dan toko-toko pengecer kecil, pemerintah bertujuan agar penerapan regulasi dapat lebih mudah diawasi, demikian pernyataan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel yang dikutip Kompas.com (17/4).

Narasumber diskusi, Dr. Ryu Hasan, Sp.Bs menekankan, konsumsi alkohol ada manfaatnya bagi tubuh, contohnya: wine dapat menurunkan stress pada tingkat syaraf jaringan, sementara konsumsi alkohol secara regular dalam jumlah tertentu dapat menurunkan risiko mengalami dementia. Menurut Dr. Ryu, tak ada bukti alkohol menjadi penyebab kejahatan, kecuali memang sudah bawaan sifat dasar seseorang.

DR. Ali Munhanif, MA, Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN dalam paparannya menyatakan, “Kebijakan publik bukan ditujukan untuk menyenangkan sekelompok masyarakat, lalu meminggirkan kepentingan kelompok lainnya.Regulasi harus dibentuk demi kemaslahatan publik.”

Menurut Munhanif, regulasi minuman beralkohol dapat menjadi cara mengatur urban life. Namun kerap terjadi bentrok, ketika pemerintah dan kelompok masyarakat yang pro bergerak secara paralel, kemudian muncul aktor non-state yang bertindak seolah-olah atas nama penegakan kebijakan atau agama, dengan memaksakan kehendak pada kelompok masyarakat lainnya. Contoh yang lazim adalah razia ke lokasi-lokasi penjualan atau tempat orang mengkonsumsi minuman beralkohol.

Roffi Uddarojat, peneliti dari Centre of Indonesian Policy Study memotret pelarangan alkohol dari perspektif ekonomi; seperti yang dibahas dalam buku The Economics of Prohibition karya Mark Thornton, bahwa kebijakan pelarangan tidak mungkin dilakukan dengan logika ekonomi. Karena pada dasarnya, prinsip-prinsip kebijakan pelarangan tidak peduli pada konsekuensi, mendorong terciptanya pasar gelap, serta mendorong konsumen beralih pada produk lain yang mirip produk yang dilarang.

Sementara Khairul Atma, mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN berpendapat bahwa basis penerbitan Permendag 6/2015 adalah moral dengan sentimen agama. Menurut Atma, pembentukan hukum harus terpisah dari moral, untuk menghindari kontradiksi sebab moral adalah standar individual, sedangkan hukum adalah wilayah holistic. Atma beranggapan, penetapan Permendag 6/2015 tidak tepat sasaran dan kontra produktif. Aturan ini tak bisa diberlakukan secara menyeluruh pada daerah-daerah di Indonesia karena kebutuhan yang beragam dan kebiasaan yang berbeda. (Iman Permana/Yvonne Sibuea)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *