Berita Nasional Peristiwa

Dalam Dua Pekan, Polda Bali Tangkap 17 Pengguna NAPZA

Polda Bali

Denpasar – Selama dua pekan terakhir, Kepolisian Daerah (Polda) Bali menangkap 17 tersangka pengguna dan pengedar narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA).

“Ke-17 orang ini ditangkap di berbagai tempat berbeda seperti di hotel dan juga tempat kos yang menjadi tempat tinggal para tersangka, juga ada yang ditangkap saat bertransaksi di minimart,” ujar Kombes Pol Gde Sugianyar, Kabid Humas Polda Bali di Mapolda Bali Denpasar, Kamis (14/4).

Diantara para tersangka ini salah satunya adalah CE (38), warga negara Malaysia yang merupakan seorang pengguna NAPZA.

Sugianyar mengatakan, dari 17 tersangka itu kebanyakan mengedarkan psikotropika jenis shabu-shabu karena faktor keuntungan yang lebih besar dibandingkan jenis NAPZA lainnya.

“Rata-rata keuntungan mereka menjual sabu-sabu ini bisa mencapai Rp2 juta,” ungkap Gde Sugianyar.

Dari keterangan beberapa tersangka ini, shabu-shabu, ekstasi dan ganja kering dengan mudah diedarkan kepada para wisatawan asing karena para pelaku rata-rata bertempat tinggal di kawasan kuta.

“Sebagian besar para pengedar ini tinggal di Kuta, jadi dengan mudah mereka menjualnya terutama ke turis asing,” kata mantan Kapolres Balikpapan ini.

Selain beredar di kawasan Kuta, para tersangka ini juga kerap mengedarkan barang tersebut di kawasan Denpasar dan sekitarnya.

“Caranya penjualannya dengan sistem tempel. Barang yang disimpan di saku celana itu digenggam lalu bersalaman dengan pembelinya, begitu sebaliknya, si pembeli menggenggam uang lalu saling bersalaman dengan penjual,” jelas Sugianyar.

Atas perbuatannya, para tersangka ini dapat diancam dengan pasal 112 ayat 1 Undang-undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara atau maksimal 12 tahun penjara.(Ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *