Berita Nasional Peristiwa

Cyber Crime Polda Metro Selidiki Perdagangan Ekstasi Lewat Internet

Jakarta – Kasus perdagangan ekstasi lewat internet yang menyangkut RW (20), anak angkat aktor sekaligus Wakil Gubernur Banten Rano Karno, saat ini masih dalam penyidikan pihak kepolisian.

RW yang ditangkap pada Selasa (6/3) ini, saat ini ditahan di Kepolisian Resor (Polres) Bandara Soekarno Hatta bersama dengan teman wanitanya KA (19) dan beberapa tersangka lain yang sama-sama memesan ekstasi dari internet.

Penangkapan RW dan KA berawal dari kecurigaan petugas Bandara Soetta atas paket kiriman asal Malaysia di Cargo Fedex Impor Bandara Soetta, Selasa (4/3) pukul 14.00 WIB. Berdasarkan hasil pemindaian sinar X, paket itu terlihat berisi lima butir pil yang diduga ekstasi.

Demikian disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto. Petugas kemudian melacak alamat penerima paket yaitu Jalan Perkici Raya EB2 Nomor 42 Bintaro Jaya Sektor 5, Jakarta Selatan.

Saat petugas kepolisian mendatangi alamat, KA dan RW berada dalam rumah kemudian menangkap keduanya beserta lima butir ekstasi yang dipesan oleh RW melalui situs internet tersebut.

Terkait dengan mulai terkuaknya perdagangan NAPZA melalui internet ini, Rikwanto pada Minggu (11/3) mengatakan bahwa Aparat Cyber Crime Polda Metro Jaya terus berupaya menelusurinya.

Sementara itu, menanggapi kasus penangkapan anak angkatnya, Rano Karno pada Senin (12/3) mengatakan kepada media bahwa anaknya adalah korban NAPZA.

“Saya yakin, anak saya tidak terlibat jaringan narkoba ataupun pengedar. Memang obat itu diakui anak saya, itu pesanannya dan untuk pertama kalinya karena coba-coba,” kata Rano.

Rano Karno juga mengaku akan mengajukan penangguhan penahanan RW. Menurutnya, RW seharusnya dimasukkan ke panti rehabilitasi bukan sel tahanan Polres Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *