Berita Internasional Berita Nasional Kebijakan Nasional Peristiwa

Corby Kembali Mendapat Remisi

corby110308-2Denpasar – Seorang narapidana warga negara Australia Schapelle Leigh Corby (31), yang dituntut hukuman selama 20 tahun penjara akibat kasus penyelundupan 4,2 kilogram mariyuana, kembali memperoleh remisi atau pengurangan masa hukuman selama lima bulan, pada Selasa (17/8).

Corby yang saat ini menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan Bali, memperolehpPengurangan hukuman yang keempat kalinya. Pengurangan hukuman tersebut berkenaan dengan peringatan hari ulang tajun (HUT) ke-65 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2010.

“Pengurangan masa hukuman bagi Corby merupakan yang keempat kalinya setelah dia memperoleh remisi serupa pada tiga tahun sebelumnya”, kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Denpasar Siswanto SH.

Siswanto mengatakan, remisi yang diberikan tersebut berdasar atas perilaku dan perbuatan yang bersangkutan selama menjalani pembinaan yang dinilai sangat baik, katanya seusai mendampingi Kepala Kesbang Linmas Provinsi Bali Ir Silanawa dan Kakanwil Kementerian Hukum dan Ham Provinsi Bali Arman Nasar menyerahkan secara simbolis remisi kepada 280 napi penghuni Lapas Denpasar.

Corby yang dijuluki “Ratu Maryuana” itu tidak tampak dalam barisan para napi dan tahanan mengikuti upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI dengan inspektur upacara Kepala Kesbang Linmas Provinsi Bali Ir Silanawa.

Corby tercatat sebagai salah seorang dari 17 warga negara asing yang menjalani hukuman di Lapas Kerobokan, Kabupaten Badung akibat melakukan perbuatan yang melanggar hukum di Indonesia. Kasus Corby disidangkan setelah terungkap sebagai orang yang membawa 4,2 kilogram mariyuana, diselundupkan dalam papan selancar di Bandara Ngurah Rai, Bali, 8 Oktober 2004.

Saat itu Corby terbang dari Australia dengan menumpang pesawat Australia Airlines AQ 7829, yang kemudian harus menjalani pemeriksaan karena petugas menemukan mariyuana dalam jumlah cukup besar.

Pengadilan Negeri Denpasar kemudian menjatuhkan vonis selama 20 tahun sejak pertengahan 2005 bagi Corby. Selama menjalani kurungan, wanita berkulit putih itu beberapa kali pernah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar karena sakit yang dideritanya.

Sebelumnya, yakni pada HUT ke-62 Kemerdekaan RI 17 Agustus 2007, Corby gagal memperoleh remisi akibat melakukan kesalahan katagori berat, yakni kedapatan memiliki, menyimpan dan menggunakan alat komunikasi telepon genggam (HP).

Corby saat itu telah mengakui kesalahan dan langsung meminta maaf atas perbuatannya. Namun pada tiga kali peringatan HUT RI yang lain, yakni pada 2006, 2008 dan 2009, Corby berhasil memperoleh remisi dari pemerintah.(Tv1/IH)