Berita Internasional Kebijakan Global Kegiatan

Club Health Conference : Pelibatan Pengelola Klub Malam Penting dalam Penanganan Dampak Buruk NAPZA

San Francisco – Sejak tahun 90-an, kebijakan pengurangan dampak buruk napza dan alkohol telah diterapkan di lokasi-lokasi hiburan malam di Belgia. Dan pada 2003, kebutuhan penyediaan ruang aman bagi pencinta dunia malam telah dipetakan oleh pemerintah Belgia.

Kebutuhan ini dijawab dengan keterlibatan kelompok-kelompok relawan seperti Modus Vivendi untuk bekerjasama dengan para pengelola klub, pemerintah, penegak hukum, serta pengunjung klub dalam mengembangkan program-program keselamatan di lingkungan klub malam.

Dalam skala yang lebih besar, melibatkan 4 negara Eropa yaitu Belgia, Spanyol, Swiss dan Perancis, program Safer Party Label merancang ‘pelabelan aman’ bagi klub-klub malam di 4 negara tersebut. Klub berhak mendapatkan sertifikasi sebagai klub yang aman apabila telah menyediakan komponen-komponen pengurangan dampak buruk bagi pengunjungnya. Komponen-komponen pengurangan dampak buruk diantaranya adalah : pelatihan khusus untuk staf lapangan dan manajemen klub malam, penyediaan air minum gratis, penyumbat telinga untuk meredam suara keras, kondom, serta jasa pengemudi untuk mengantar pulang pengunjung yang mabuk.

Sampai dengan 2011, standar pengurangan dampak buruk penggunaan napza dan alkohol telah diterapkan di 148 klub malam dan 21 kota di 4 negara anggota jaringan, dengan melibatkan 500 pihak penentu kebijakan, dan 9,2 juta pengunjung klub malam. Dalam periode tersebut, telah 420 profesional klub malam telah dilatih dan 95 ribu materi edukasi disebarkan.

Keterlibatan klub malam dalam jaringan , menguntungkan pengelola klub malam dari segi citra baik sebagai klub malam yang memperhatikan keselamatan pengunjung. Di sisi lain, kota dan pengunjung klub malam diuntungkan dengan berkurangnya risiko saat mencari hiburan di malam hari. (Chc/YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *