Berita Berita Internasional

Club Health Conference: NAPZA Harus Ditempatkan di Ruang Terang Benderang

Club Health Conference, San Francisco

San FranciscoInternational Club Health Conference ke-8 dibuka oleh pimpinan organisasi Dance Safe, Missi Wooldridge di Intercontinental Mark Hopkins, Selasa (28/5) petang waktu setempat. Konferensi yang khusus membahas penanganan kesehatan terkait penggunaan NAPZA di dunia klub malam dihadiri 150 peserta dari 20 negara.

Wooldridge mengungkapkan kegembiraannya ketika dapat menjadi tuan rumah konferensi ini, sementara 7 konferensi sebelumnya belum pernah diadakan di Amerika Utara. Liverpool menjadi penyelenggara pertama pada 1997, sedangkan Amsterdam menjadi tuan rumah pada 1999.

Marsha Rosenbaum dari Drug Policy Alliance mengajak peserta konferensi untuk mengingat kembali masa-masa dimana sangat sedikit fakta yang diketahui masyarakat tentang ekstasi (MDMA), hingga Marsha menulis sebuah buku berjudul Pursuit of Ecstasy: The MDMA Experience pada 1994. Bermula dari ekstasi yang beredar bebas, hingga akhirnya AS melarang peredaran ekstasi dan menerapkan sanksi kurungan minimum 4 tahun pada 2001, karena maraknya pemberitaan negatif media tentang ekstasi.

Ethan Nadelmann, Direktur Eksekutif Drug Policy Alliance dalam paparannya pada sesi utama konferensi menjabarkan bahwa kebijakan NAPZA dunia terbagi menjadi dua kutub yang saling bertolak belakang, yang pertama adalah kebijakan pelarangan total dan yang kedua adalah kebijakan libertarian.

Kebijakan pelarangan total atau war on drugs didesakkan ke seluruh dunia oleh AS melalui PBB, yang menimbulkan banyak kerugian finansial, maupun korban jiwa. Sementara kebijakan libertarian adalah kebijakan pasar bebas tanpa aturan yang pernah terjadi pada pasar rokok dan alkohol, kebijakan ini juga tidak berdampak positif bagi masyarakat.

Nadelmann menegaskan, kebijakan NAPZA yang paling tepat diterapkan adalah kebijakan yang berada diantara kebijakan pelarangan total dan kebijakan libertarian, yaitu kebijakan pengurangan dampak buruk NAPZA (harm reduction). Masyarakat sudah saatnya menyadari bahwa NAPZA memang ada, dan tak mungkin diberantas, ini sebuah kenyataan yang harus diterima dan disikapi dengan upaya-upaya mengurangi dampak buruknya, demikian penjelasan Nadelmann.

Menanggapi maraknya penggunaan NAPZA sintetis yang digemari anak-anak muda di dunia klub malam, Nadelmann tetap menentang kriminalisasi penggunaan substansi tersebut, tetapi menyarankan agar pembuat kebijakan berkonsentrasi pada penyebaran informasi terbuka tentang apa yang baik dan apa yang berbahaya dari sebuah substansi.

Kaum muda di AS tidak terlalu menyukai NAPZA dalam bentuk murni, tapi lebih tertantang untuk mencoba NAPZA sintetis jenis baru yang dijual bebas di internet, karena menganggap tidak berisiko secara hukum.

NAPZA harus diletakkan pada ruang terang benderang, sehingga informasi apapun tentangnya dapat diakses masyarakat. Media website sangat menolong dalam penyebaran informasi tentang NAPZA. (ChC/YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *